Home NASIONAL Menperin Minta Industri Gunakan Mata Uang Lokal Pada Transaksi Ekspor
NASIONAL

Menperin Minta Industri Gunakan Mata Uang Lokal Pada Transaksi Ekspor

Share
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta kalangan industri menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement/LCS pada transaksi ekspor. Langkah ini untuk mendukung ketahanan industri di dalam negeri.

“Kami telah rekomendasikan
pemanfaatan local currency settlement sejak 2023. Jauh sebelum terjadi tekanan terhadap nilai tukar rupiah seperti saat ini,” kata menteri dalam keterangannya Selasa (9/6/2026).

Agus mengungkap penggunaan mata uang lokal terhadap transaksi perdagangan internasional menjadi instrumen penting untuk mengurangi risiko nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku industri nasional.

Selain perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi, ia juga menargetkan kenaikan rasio penjualan produk manufaktur dari komposisi ekspor dari 20 menjadi 30 persen. Sedang pasar domestik dari 70 jadi 80 persen.

“Tentunya kenaikan komposisi ini dengan tetap menjaga kecukupan pasokan dan daya saing produk manufaktur di pasar dalam negeri,” jelasnya.

Ia menegaskan penguatan ekspor manufaktur perlu dilakukan seiring upaya menjaga pasar domestik sebagai basis pertumbuhan industri nasional. Pemerintah juga terus memperkuat daya saing industri melalui insentif fiskal dan nonfiskal, pengendalian impor secara terukur, serta penguatan instrumen perlindungan industri nasional.

Data BPS menyebutkan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen. Capaian tersebut berasal dari sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional dengan kontribusi 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.

Dari sisi investasi, industri pengolahan mencatat realisasi investasi sebesar Rp182,04 triliun atau 36,49 persen dari total investasi nasional. Sementara dari sisi ekspor, nilai ekspor produk industri pengolahan pada Januari–April 2026 mencapai 75,57 miliar dolar AS atau berkontribusi 82,01 persen terhadap total ekspor nasional. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
NASIONAL

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

Jakarta, hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi...

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan
NASIONAL

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ide pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...