Home EKONOMI Kondisi Alam Jadi Tantangan Pembangunan Infrastruktur Indonesia
EKONOMINASIONAL

Kondisi Alam Jadi Tantangan Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Share
Share

Yogyakarta, HotFokus.com

Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebutkan, setidaknya ada 4 tantangan terkait kondisi alam Indonesia dalam setiap pembangunan infrastruktur.  Keempat tantangan itu adalah kondisi geologis, keberadaan tanah lunak dan gambut, gunung berapi serta curah hujan yang tinggi.

“Kondisi geologis itu berpengaruh terhadap kegempaan atau sesar. Kalau kita mau bikin bendungan tanahnya dilewati ini. Saya bikin 231 bendungan sebutkan 1 bendungan yang tidak lewat sesar. Bendung Kedung Ombo Purwodadi ditunda 2 tahun pembangunannya dalam fs-nya terdapat kalimat aktif sesar. Dua kalimaat itu yang menunda 2 tahun. Diteliti dulu tapi akhirnya Dibangun,” ujar Basuki saat memberikan orasi ilmiah didepan mahasiswa fakultas Geologi Universitas Gajah Mada di Yogyakarta, Rabu (13/9).

Kondisi kedua lanjut Basuki adalah wilayah Indonesia yang dipenuhi tanah lunak dan lahan gambut. Ia menuturkan, seperti halnya yang terjadi dalam pembangunan tol trans Sumatera, tanah lunak dan lahan gambut harus diatasi dengan teknologi vakum. Lagi-lagi sebutnya, hal itu membutuhkan tenaga ahli di bidang itu.

“Tantangan ketiga adalah Gunung Berapi, bahaya lahar.dingin.dan lahar panas..kita bikin sabuk-sabuk dam. Pasir ditahan air bisa lewat. Kami bikin di Semeru, Bawakareng, Merapi bikin sabuk dam,” jelasnya.

Tantangan terakhir, lanjut Basuki, yaitu kondisi dimana Curah Hujan tinggi yang acapkali membuat pengerjaan infrastruktur menjadi terhambat. Dia pun mengajak para mahasiswa khususnya terkait bidang studi kebumian atau geologi untuk memahami hal-hal yang menjadi tantangan tersebut agar bisa dicarikan solusi, khususnya dengan memunculkan teknologi-teknologi baru yang bisa mempercepat pembangunan infrastruktur.  “Itulah tantangan pembangunan infrasturktur dari segi ilmu kebumian,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ancaman Kerusakan Kian Masif, Pemulihan Ekosistem Harus Aktif
NASIONAL

Ancaman Kerusakan Kian Masif, Pemulihan Ekosistem Harus Aktif

Jakarta, hotfokus.com Kerusakan laut akibat pencemaran hingga aktivitas penangkapan ilegal yang berdampak...

Kemenkop dan Kemensos bekerja sama memberdayakan KPM bansos melalui Kopdes Merah Putih agar penerima bantuan naik kelas sebagai anggota koperasi.
EKONOMI

Kemenkop Gandeng Kemensos Perdayakan KPM Bansos Via Kopdes

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk...

Sepanjang 2023, Nilai Transaksi Lelang DJKN Tembus Rp44,34 T
EKONOMI

Diskon Transportasi Nataru Dinilai Efektif Jaga Daya Beli

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menilai diskon atau potongan tarif transportasi selama libur Natal...

Bank Indonesia menahan suku bunga 4,75% demi menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di 2026.
EKONOMI

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Sinyal Stabilitas Rupiah dan Arah Ekonomi 2026 Mulai Terbaca

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah yang bikin pelaku pasar...