Home EKONOMI Pembangunan Infrastruktur untuk Kejar Ketertinggalan Daya Saing
EKONOMINASIONAL

Pembangunan Infrastruktur untuk Kejar Ketertinggalan Daya Saing

Share
Share

Yogyakarta, HotFokus.com

Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, gigihnya niat pemerintah untuk membangun infrastruktur, termasuk juga pembangunan wilayah terluar dan perbatasan, adalah semata-mata untuk mengejar ketertinggalan daya saing infrastruktur.

Sebagai Kementerian Teknis, Basuki mengungkapkan jika diribta ditugasi oleh Presiden RI untuk mewujudkan meningkatkan indeks daya saing infrastruktur, melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan efisien. Perlu diketahui bahwa pada 2018 mendatang, targetnya Indonesia bisa neik peringkat dari posisi 61 saat ini ke posisi 40 dalam kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung perekonomian nasional.

“Jadi apapun yang kita bangun saat ini, bukanlah untuk bermewah-mewah, tapi hanya sekedar mengejar ketertinggalan kita. Kemacetan dimana-mana itu hanya akibat ketertinggalan pembangunan infrastruktur transportasi. Pembangunan perbatasan juga bukan untuk bermewah-mewah, tapi itu ada ketertinggalan kita untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain,” ujar Basuki dihadapan civitas akademika Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Rabu (13/9).

Musuh utama dari ketimpagan perekonomian Indonesia saat ini, kata Basuki adalah tidak meratanya kondisi infrastruktur antar wilkayah. Hal itulah yang kemudian menyebabkan terjadinya disparietas harga antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

“Jawa dan Sumatera itu sudah mempunyai prasarana dasar yang sudah dibangun sejak pemerintahan Belanda dulu, tugas kita sekarang adalah meningkatkan kondisi infrastruktur di timur Kalimantan, Suklawesi, Maluku, dan Papua, kita harus membangun baru, karena memang belum ada itu prasarana dan sarana infrastruktur dasar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Basuki mengajak dunia akademisi untuk ikut serta dalam melaksanakan pembangunan, mempersiapkan tenaga-tenaga ahli yang akan berperan di pembangunan infrastruktur, yang mana saat ini kondisinya masih kurang. Disamping itu, dengan mulai terbentuknya roadmap di sektor konstruksi melalui diterbitkannya Undang-undang Jasa Konstruksi, diharapkan jumlah tenaga-tenaga ahli pembanguna n terus bertambah, dan mampu berdauklat di negeri sendiri.

Sebagai informasi saja, Kementerian PUPR sebagai pemegang kuasa anggaran terbesar pembangunan infrastruktur 2018, dengan total anggaran Rp 106,91 triliun, mengaku masih akan memfokuskan anggaran pada infrastruktur pendorong konektifitas serta ketahanan pangan. Berdasarkan urutan terbesar, fokus anggaran Kementerian masih kepada program peningkatan konektivitas dengan alokasi anggaran sebesar Rp 41,3 triliun, kemudian untuk program ketahanan pangan dan air Rp 37,3 triliun, permukiman Rp 15,9 triliun, serta perumahan Rp 9,6 triliun. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait
NASIONAL

PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menegaskan bahwa...

Kementan mempercepat luas tambah tanam di 10 provinsi untuk menjaga produksi padi dan pasokan beras saat risiko kekeringan meningkat.
EKONOMI

Produksi Padi Terancam Cuaca Ekstrem? Kementan Siapkan Strategi Khusus di 10 Provinsi Ini

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi...

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100,6 triliun hingga April 2026, memperkuat APBN di tengah ketidakpastian global.
NASIONAL

Mantap, Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp100,6 Triliun, APBN Makin Kokoh di Tengah Gejolak Global

Jakarta, hotfokus.com Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mencatat sinyal positif hingga April...

EKONOMI

Fiskal & Moneter Solid. Menkeu Optimis Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, hotfokus.com Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai...