Jakarta, hotfokus.com
Sebanyak 54 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari 31 provinsi menuntaskan program magang dan pelatihan perkoperasian.
Para peserta mengikuti pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), kemudian menjalani praktik langsung di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, serta Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengatakan program tersebut memberikan pengalaman praktis kepada para pengurus.
“Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan,” kata Destry dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Pengurus Jadi Ujung Tombak Koperasi
Menurut Destry, pengalaman selama magang dapat menjadi modal bagi pengurus untuk memperbaiki tata kelola dan mengembangkan kemampuan bisnis KDKMP.
Selain pengetahuan, para peserta juga mendapatkan pengalaman serta jejaring kerja yang dapat mereka manfaatkan saat kembali mengelola koperasi di daerah masing-masing.
Destry menilai pengurus memegang peran penting dalam operasional KDKMP. Sebab, koperasi yang memiliki tata kelola sehat dan kuat dapat ikut memperkokoh fondasi gerakan koperasi.
Selama pelatihan, peserta mempelajari sejumlah materi. Topiknya mencakup strategi kebijakan, prinsip dan tata kelola koperasi, hingga koordinasi antara pengurus dan pengelola.
Mereka juga mendapat pembekalan mengenai kewirausahaan, kepemimpinan, pemetaan potensi usaha, serta pengembangan inovasi.
Destry meminta para pengurus tidak berhenti pada sertifikat dan pengalaman pelatihan. Ia mendorong mereka membawa hasil pembelajaran tersebut ke koperasi masing-masing.

“Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (DIN/GIT)
Leave a comment