Home EKONOMI Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam
EKONOMIPERTAMINA

Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam

Share
Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat respons menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Anak usaha dan afiliasinya turun langsung dengan membawa personel, kendaraan pemadam, serta perlengkapan penanganan api.

Langkah tersebut mencakup pemadaman titik api, pemantauan kawasan, hingga edukasi untuk mencegah kebakaran meluas. PHI juga menggandeng pemerintah daerah, aparat, relawan, dan masyarakat dalam penanganannya.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan ketika menghadapi kondisi tersebut.

“Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Muharram.

Pada 20 Agustus 2026, tim Emergency Intervention Team (EIT) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Damkar Samboja mengatasi titik api di sekitar Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam. Lokasi api berada sekitar 100 meter dari fasilitas operasi.

Penanganan berlanjut di Muara Badak, Kutai Kartanegara, sehari setelahnya. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama relawan dan Dinas Kehutanan mengandalkan fire truck advancer serta vacuum truck berkapasitas 15 ribu hingga 24 ribu liter air.

Di Kalimantan Utara, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu juga turun menangani api di Jalan Lingkar Bunyu. Tim Fire PEP Bunyu bekerja bersama Damkar Kalimantan Utara di lokasi yang berjarak sekitar 14,1 kilometer dari area operasi.

Edukasi Warga Jadi Benteng Awal

PHI tidak hanya mengandalkan pemadaman. Perusahaan juga memperkuat pencegahan dengan melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Tim Community Based Security PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memberikan edukasi bahaya karhutla kepada warga Kelurahan Lawe-Lawe pada 19-23 Agustus 2026.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menyebut kondisi cuaca ikut meningkatkan potensi kebakaran. Suhu siang yang mencapai 34-36 derajat Celsius dapat membuat vegetasi mengering dan mempercepat rambatan api, terutama di lahan gambut.

“Cuaca panas meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan rambatan api terutama di kawasan bergambut,” kata Dony.

Karena itu, PHI terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan berjalan terpadu. Upaya tersebut sekaligus mendukung keselamatan masyarakat dan keberlanjutan operasi hulu migas di Kalimantan. (***)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Bukan Sampah Biasa! 673 Ton Jerami Karawang Disulap Jadi Ladang Rezeki
CSRPERTAMINA

Bukan Sampah Biasa! 673 Ton Jerami Karawang Disulap Jadi Ladang Rezeki

KARAWANG, Hotfokus.com Ada yang berubah di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Karawang. Jerami sisa...

PERTAMINA

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Tebar Promo hingga Apresiasi di 54 Kota

JAKARTA, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 untuk...

PERTAMINA

Ngeri! Kapal Karam Direjang Gelombang Mahakam, Pertamina Lakukan Aksi Mencekam Selamatkan 6 Nyawa!

JAKARTA, hotfokus.com Kejadian luar biasa menyeramkan baru saja melanda perairan Delta Mahakam,...

PERTAMINA

WPN-5 Resmi Beroperasi, Proyek Gas PHM SNB AOI 1-3-5 Akhirnya Rampung

JAKARTA, hotfokus.com PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan proyek pengembangan Sisi Nubi...