Home NASIONAL Program Pemerintah Jangan Hanya Pencitraan dan Kampanye
NASIONALTEKNO

Program Pemerintah Jangan Hanya Pencitraan dan Kampanye

Share
Share

JAKARTA — Kesejahteraan nelayan di berbagai daerah masih memprihatinkan. Padahal nelayan merupakan tulang punggung industri perikanan nasional. Karena itu pemerintah diminta meningkatkan perhatian kepada nasib para nelayan yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

Permintaan agar nelayan meningkatkan perhatian kepada para nelayan terungkap dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ruang Rapat Komite II, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

Rilis Sekretariat Jenderal DPD RI menyebutkan, pimpinan rapat Parlindungan Purba menyampaikan bahwa kesejahteraan nelayan di berbagai wilayah di Indonesia masih belum sejahtera.

Menanggapi Parlindungan, Senator Kepulauan Riau Haripinto Tanuwidjaya menyatakan bahwa salah satu hal terpenting terkait kesejahteraan nelayan adalah dengan penyediaan sarana dan prasarana tangkap ikan sehingga nelayan dapat dengan mudah melakukan pekerjaannya.

Senada, Matheus Stefi Pasimanjeku menyatakan bahwa banyak nelayan kurang fokus terhadap pekerjaannya disebabkan keterbatasan dan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki, untuk itu dibutuhkan pembinaan dari KKP.

“Banyak nelayan memiliki profesi ganda. Untuk itu agar kementrian dapat membina mereka sehingga bisa lebih profesional lagi dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Agar juga dibuatkan lebih banyak balai-balai pembinaan,” tuturnya.

Permana Sari, Senator Kalimantan Tengah juga berharap bahwa adanya pembinaan bagi para nelayan terutama di wilayah Kalimantan Tengah yang masih bersifat tradisional.

“Ada gap antara program Pemerintah Pusat dengan Sumber Daya Manusia-nya sehingga saya harap program dari Pemerintah Pusat lebih kepada masyarakat bukan bersifat pencitraan berupa slogan atau kampanye,” harapnya.

Menanggapi lontaran para senator, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Zulficar Mochtar menyampaikan bahwa KKP telah menyediakan sarana dan prasarana terkait peningkatan pengetahuan bagi para nelayan baik berupa penyuluhan maupun fasilitas pendidikan.

“Terkait sarana dan prasarana pendidikan dan penyuluhan telah kami sediakan. Kami saat ini memiliki 5.700 lebih penyuluh yang mengawal 37.000 kelompok. Dengan ini pendampingan kelompok kami harap akan lebih intensif lagi. Selain itu kami juga menyediakan beasiswa, dengan kebijakan minimal 46 persen merupakan anak-anak nelayan ataupun petambak. Untuk nelayan kami juga memiliki 9 pusat pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia. Semuanya gratis,” pungkasnya. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pelita Air Raih Predikat Badan Usaha Angkutan Udara OTP Terbaik
NASIONAL

Pelita Air Raih Predikat Badan Usaha Angkutan Udara OTP Terbaik

Jakarta, hotfokus.com Pelita Air kembali meraih predikat badan usaha angkutan udara dengan...

Tak Ada Tax Amnesty Buat Para Pengemplang Pajak
NASIONAL

Tak Ada Tax Amnesty Buat Para Pengemplang Pajak

Jakarta, hotfokus.com Nah lho! Tak ada ampun buat para pengemplang pajak. Pemerintah...

7.908 Lowongan Kerja Palsu di Luar Negeri Ditutup! Pemerintah Kejar Pelaku di Dunia Maya
NASIONAL

7.908 Lowongan Kerja Palsu di Luar Negeri Ditutup! Pemerintah Kejar Pelaku di Dunia Maya

JAKARTA, Hotfokus.com Tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming mudah dan cepat...

CSIS Desak Aturan Iklan Pangan Dirombak, Anak-Remaja Jadi Target Utama
NASIONAL

CSIS Desak Aturan Iklan Pangan Dirombak, Anak-Remaja Jadi Target Utama

JAKARTA, Hotfokus.com Ledakan pemasaran makanan dan minuman di era digital membuat aturan...