Home NASIONAL Penjaminan Ekspor Jadi Andalan Hadapi Gejolak Perdagangan Global
NASIONAL

Penjaminan Ekspor Jadi Andalan Hadapi Gejolak Perdagangan Global

Share
Penjaminan dan asuransi ekspor dinilai krusial untuk menekan risiko perdagangan global di tengah gejolak geopolitik dan digitalisasi transaksi.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Dinamika perdagangan global yang makin kompleks menuntut pelaku usaha dan perbankan memiliki strategi mitigasi risiko yang solid. Di tengah volatilitas geopolitik dan pergeseran rantai pasok, penjaminan dan asuransi ekspor muncul sebagai instrumen kunci untuk menjaga kelancaran transaksi lintas negara.

Chairman ICC Banking Commission Indonesia, Herry Hykmanto, menilai setidaknya ada tiga tantangan besar yang kini dihadapi perdagangan internasional. Tantangan tersebut mencakup ketidakpastian geopolitik, kebutuhan diversifikasi rantai pasok, serta munculnya negara berkembang sebagai pasar baru. Menurut dia, skema penjaminan dan asuransi memberi ruang bagi pelaku usaha untuk lebih berani berekspansi.

“Penjaminan dan asuransi memungkinkan pelaku usaha masuk ke pasar baru, ikut tender internasional, sekaligus menekan risiko pembayaran,” ujar Herry, Senin (12/1/2026).

Sejalan dengan itu, Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, menyoroti perubahan pola transaksi akibat digitalisasi. Ia menyebut metode pembayaran kini mulai bergeser dari Letter of Credit (LC) ke skema non-LC yang lebih fleksibel. Dengan kesepakatan digital antara eksportir dan importir, proses penagihan dinilai semakin efisien dan cepat.

“Eksportir dan importir kini bisa menyepakati penagihan secara daring. Alhasil, arus transaksi menjadi lebih aman dan efektif,” jelas Suharyanto.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia Eximbank menghadirkan Trade Credit Insurance (TCI) dengan perlindungan hingga 90% dari risiko gagal bayar. Selain itu, tersedia Marine Cargo Insurance yang melindungi barang selama proses pengiriman. LPEI juga menawarkan Penjaminan Kredit berstatus Sovereign, yang memberikan manfaat perhitungan ATMR 0–20% serta peluang pembebasan BMPK bagi perbankan.

“Kombinasi produk yang tepat dalam struktur pembiayaan yang solutif menjadikan penjaminan Indonesia Eximbank sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan,” pungkasnya. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...