Jakarta, hotfokus.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program adaptasi perubahan iklim. Langkah itu mencakup pembangunan embung, irigasi perpompaan, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga percepatan cetak sawah baru.
Amran menjelaskan program optimalisasi lahan berhasil meningkatkan indeks pertanaman di sejumlah lahan rawa dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun. “Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi insya Allah untuk pangan dalam kondisi aman,” ujar Amran, Kamis (9/7/2026).
Selain menjaga produksi pangan, pemerintah mempercepat hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperbesar pendapatan petani, serta membuka lapangan kerja baru.
Kementerian Pertanian bersama BUMN Pangan kini mengembangkan komoditas strategis, seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu di lahan seluas sekitar 870 ribu hektare. Papua menjadi salah satu wilayah prioritas dengan dukungan anggaran mencapai Rp3,2 triliun pada tahun ini, meningkat dibandingkan sekitar Rp2 triliun pada tahun sebelumnya.
Amran mengatakan Presiden Prabowo meminta program bantuan tersebut terus dilanjutkan. “Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan untuk lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah,” katanya.

Pemerintah juga mempercepat pembangunan industri pengolahan berbasis komoditas perkebunan, termasuk hilirisasi kelapa di sejumlah sentra produksi. (SA/GIT)
Leave a comment