Jakarta, Hotfokus.com
Laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan inflasi medis tertinggi di Asia. Biaya berobat melonjak hingga 17,8 persen, jauh di atas inflasi umum 2,5 persen. Kenaikan ini membuat biaya layanan kesehatan meningkat lebih cepat dibandingkan biaya hidup, menekan keuangan masyarakat dan sektor kesehatan.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim kesehatan sepanjang 2025 mencapai Rp26,8 triliun, naik 9,2 persen dari tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menegaskan, “Kenaikan biaya kesehatan merupakan tantangan bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, rumah sakit, industri asuransi, hingga peran aktif masyarakat.”

Ketidakpastian global memperburuk keadaan. Pelemahan rupiah meningkatkan biaya impor obat dan operasional medis, sehingga tarif rumah sakit ikut naik. Kondisi ini menambah risiko finansial bagi keluarga tanpa perlindungan memadai.
Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, menekankan pentingnya tata kelola klaim yang transparan.
“Kami memperkuat tata kelola klaim, memanfaatkan teknologi analitik data, dan berkolaborasi dengan rumah sakit untuk menjaga efisiensi serta transparansi biaya,” ujarnya.
Modernisasi layanan medis memang meningkatkan kualitas perawatan, tetapi juga menuntut investasi besar yang memperberat biaya operasional. (DIN/GIT)
Leave a comment