Home PERTAMINA Panas Bumi Kamojang Sulap 600 Ton Limbah, Panen Petani Tembus 55 Ton
PERTAMINA

Panas Bumi Kamojang Sulap 600 Ton Limbah, Panen Petani Tembus 55 Ton

Share
Panas Bumi Kamojang Sulap 600 Ton Limbah, Panen Petani Tembus 55 Ton
Share

Kamojang, Hotfokus.com

Ada cerita berbeda dari pemanfaatan energi panas bumi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Energi terbarukan itu kini ikut mendorong aktivitas pertanian dengan membantu petani mengolah limbah organik menjadi pupuk.

Inovasi tersebut bernama GeO-Fert, pupuk organik yang lahir dari kolaborasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Kanyaah.

Petani memanfaatkan excess steam panas bumi bersuhu sekitar 60–70°C untuk mengeringkan pupuk. Teknologi tersebut memangkas proses pengeringan yang sebelumnya bisa mencapai 14 hari menjadi hanya sekitar 12 jam.

Limbah Tak Lagi Terbuang

Kondisi alam Kamojang menjadi salah satu tantangan bagi petani. Curah hujan dan kelembapan yang tinggi membuat proses pengeringan pupuk organik membutuhkan waktu lama.

Pada saat yang sama, keterbatasan pupuk bersubsidi serta harga pupuk kimia yang tinggi turut menjadi persoalan bagi keberlanjutan usaha tani.

GeO-Fert kemudian hadir sebagai salah satu solusi berbasis potensi energi di wilayah tersebut. Hingga 2026, inovasi ini telah mengolah sekitar 600 ton limbah organik menjadi 300 ton pupuk.

Petani telah menggunakan pupuk tersebut pada lahan seluas sekitar 15 hektare. Program ini juga memberikan manfaat kepada sekitar 950 petani.

Dampaknya terlihat dalam kegiatan HAREPAN atau Panen Hasil Bumi dengan Pupuk GeO-Fert. Dari lahan yang memanfaatkan pupuk tersebut, petani menghasilkan sekitar 15 ton kentang dan 40 ton kol.

Tak hanya menghasilkan komoditas pertanian, pemanfaatan GeO-Fert juga membantu petani menghemat biaya hingga sekitar Rp82 juta.

“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya bisa membuat pupuk sendiri, tetapi bagaimana pupuk ini kembali ke tanah dan menghasilkan panen. Dari sesuatu yang sebelumnya dianggap limbah, sekarang bisa memberikan manfaat untuk pertanian dan petani,” ujar Local Hero KTH Cikondang Hendro Gunawan.

Energi Bersih Masuk Lahan Pertanian

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran inovasi dalam mendukung petani.

“Petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina berupaya menghadirkan energi terbarukan agar semakin dekat dengan kebutuhan produktif masyarakat,” ujar Baron.

Menurut Baron, pemanfaatan panas bumi di Kamojang memperlihatkan bagaimana energi terbarukan dapat terhubung langsung dengan kegiatan produktif masyarakat.

Selain mengeringkan pupuk, panas bumi juga dimanfaatkan untuk pengeringan kopi dan mendukung aktivitas pertanian. Dengan demikian, energi tersebut ikut membentuk rangkaian kegiatan dari pengolahan limbah hingga menghasilkan pangan.

269 Program DEB Berjalan

Pertamina terus membawa konsep pemanfaatan energi terbarukan tersebut melalui Program Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah.

Hingga 2026, terdapat 269 program DEB yang dijalankan Pertamina. Dari jumlah tersebut, sebanyak 166 program memiliki fokus pada ketahanan pangan.

Program DEB ketahanan pangan telah mendukung sekitar 2.091 hektare lahan pertanian. Total hasil panennya mencapai 21.357 ton.

Kisah dari Kamojang memperlihatkan satu rangkaian sederhana dengan dampak ekonomi bagi petani: limbah organik menjadi pupuk, panas bumi mempercepat pengolahannya, kemudian pupuk kembali ke lahan untuk menghasilkan komoditas pertanian.

Energi terbarukan pun hadir bukan hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas produktif masyarakat. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
5.000 Warga Enrekang Kini Bisa Bernapas Lega, Jembatan Kaluppini Kembali Berfungsi
PERTAMINA

5.000 Warga Enrekang Kini Bisa Bernapas Lega, Jembatan Kaluppini Kembali Berfungsi

Enrekang, Hotfokus.com Aktivitas warga di lima desa di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan,...

PGTC 2026 Bikin Kejutan, UI dan Unesa Kuasai Dua Kompetisi Energi
PERTAMINA

PGTC 2026 Bikin Kejutan, UI dan Unesa Kuasai Dua Kompetisi Energi

Jakarta, Hotfokus.com Persaingan mahasiswa dalam Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 berakhir...

PERTAMINA

Saat Kapal Listrik Masuk Desa: Nelayan Kelan Bisa Melaut Lebih Hemat, Senyap, dan Bersih

Jakarta, hotfokus.com Laut mungkin terlihat seperti hamparan biru yang indah dari kejauhan....

Bukan Praktikum Biasa, 50 Mahasiswa Unsoed Naik Rig Pertamina Drilling
PERTAMINA

Bukan Praktikum Biasa, 50 Mahasiswa Unsoed Naik Rig Pertamina Drilling

Indramayu, Hotfokus.com Dunia pengeboran minyak dan gas (migas) tak lagi sekadar materi...