Jakarta, Hotfokus.com
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipersiapkan menjadi simpul penyalur barang bersubsidi dan komoditas strategis hingga tingkat desa. Peran ini bertujuan memangkas rantai pasok yang panjang agar distribusi lebih efisien, tepat sasaran, dan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
Selama ini, rantai pasok yang panjang memicu tingginya biaya perdagangan dan melambungkan harga komoditas. Hal tersebut dinilai menekan daya beli masyarakat serta memicu inflasi.
“Karena itu, KDKMP diharapkan dapat memotong rantai pasok yang panjang. KDKMP menjadi simpul yang menghubungkan produsen dengan masyarakat desa sehingga distribusi barang dapat dilakukan dengan lebih efisien,” ujar Ferry di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, KDKMP dapat berperan sebagai agen, pangkalan, hingga outlet resmi sesuai regulasi. Komoditas yang disalurkan mencakup pupuk bersubsidi, beras SPHP, Minyakita, LPG 3 kg, serta bantuan pangan lainnya.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa Peraturan Presiden Nomor 82/2026 tentang tata kelola KDKMP resmi ditandatangani sebagai landasan operasional. Ia mengusulkan pembentukan tim terpadu atau satuan untuk memastikan alur pasokan, pembayaran, pengiriman, serta pengendalian stok berjalan tanpa terputus.

“Kami pastikan bahwa pasokan komoditas bersubsidi berkelanjutan dengan harga sesuai ketentuan,” katanya.(DIN/GIT)
Leave a comment