Jakarta, hotfokus.com
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. BI juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 4,75 persen dan lending facility di level 6,50 persen.
Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan konsensus ekonom yang sebelumnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di tengah inflasi yang terkendali, stabilitas nilai tukar rupiah, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlanjut pasca kenaikan suku bunga The Federal Reserve.
Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat sekaligus mengarahkan inflasi agar tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.
“Keputusan ini juga ditetapkan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Destry di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

BI juga melanjutkan kebijakan mikroprudensial yang longgar guna meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Di sisi sistem pembayaran, BI akan memperluas akseptasi pembayaran digital, memperkuat struktur industri sistem pembayaran, serta meningkatkan keandalan dan ketahanan infrastruktur pembayaran nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (DIN/GIT)
Leave a comment