Sulawesi Utara, hotfokus.com
Menyusul meningkatnya urbanisasi, Indonesia harus belajar dari Jepang yang menghadapi fenomena akiya atau rumah kosong di pedesaan akibat urbanisasi.
“Ancaman meningkatnya urbanisasi berpotensi memicu fenomena desa kosong di Indonesia,” kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad, dalam keterangannya seperti dilansir Rabu (29/4/2026).
Saat ini, ia mengungkap angka urbanisasi mencapai 67 persen atau naik dibanding pada 2005 yang masih tercatat 45 persen.
“Kalau tidak diantisipasi, desa bisa mengalami hal serupa,” tandasnya.
Karenanya, ia mengungkap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat desa. Diantaranya meningkatkan harga gabah petani, program makan bergizi gratis (MBG) hingga mengoperasikan Desa Merah Putih.
Dijelaskan, program ini diarahkan untuk memperbaiki rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dzulfikar mengatakan nilai ekonomi rantai pasok nasional mencapai Rp10.000 triliun. Namun, kontribusi desa masih relatif kecil, yakni sekitar 2-3 persen. “Karena itu perlu sistem distribusi yang lebih inklusif agar desa punya peran lebih besar dalam perekonomian nasional,” katanya.

Untuk itu, Dzulfikar mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan desa. (bi)
Leave a comment