Jakarta, Hotfokus.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memproyeksikan stok beras nasional menembus 5 juta ton pada April 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran menegaskan, lonjakan produksi tersebut tidak lepas dari peran besar seluruh elemen bangsa. Ia bahkan menyebut capaian ini sebagai rekor baru sejak Indonesia merdeka.
“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Menurutnya, peningkatan produksi beras membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor. Dampaknya, tekanan terhadap pasar global ikut berkurang.
“Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” jelasnya.
Amran juga menekankan keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan individu semata.
“Ini kerja kita semua. Ini kerja bersama. Bukan saya,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengingatkan tantangan ke depan tidak hanya soal produksi, tetapi juga inovasi. Ia meminta perguruan tinggi aktif mendorong hilirisasi teknologi pertanian agar lebih berdampak ke pasar.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” katanya.
Amran menilai riset kampus di Indonesia sudah kuat, tetapi masih lemah dalam aspek komersialisasi. Ia pun mendorong dunia akademik agar mampu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar.
“Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” ujarnya.
Dengan kombinasi produksi tinggi dan inovasi yang tepat sasaran, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional semakin kokoh. (SA/GIT)
Leave a comment