Home HUKUM Wapres Sebut Johannes Marliem Merampok Negara
HUKUMNASIONAL

Wapres Sebut Johannes Marliem Merampok Negara

Share
Foto seword.com
Share

Jakarta, hotfokus – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Johannes Marliem merampok negara hingga merugikan keuangan hingga triliunan rupiah. Tokoh asal Makassar itu juga mengatakan, perampokan terhadap negara dilakukan Marliem dengan berkomplot.

“Jangan ditiru yang seperti itu,” kata Jusuf Kalla (JK) dalam pembukaan Indonesian Diaspora Global Summit di Jakarta, Senin (21/8) siang.

Johannes Marliem meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 8 Agustus 2017. Saat jenazahnya ditemukan, terdapat luka tembak di bagian kepala. Johannes yang dianggap saksi penting dalam kasus KTP elektronik, diduga bunuh diri.

Sebagaimana keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johannes Marliem adalah pemenang pengadaan sistem identifikasi sidik jari otomatis KTP elektronik Indonesia. Diduga keuntungan Johannes mencapai 14,88 juta dolar AS.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD menilai KPK punya saksi lain untuk mengusut dugaan korupsi E-KTP. Sehingga kematian Johannes Marliem tidak akan menyebabkan kasus itu terhenti di tengah jalan.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menuturkan sempat berkomunikasi dengan Johannes Marliem tentang perlindungan oleh LPSK.

“Sebelum sempat mengajukan perlindungan yang bersangkutan keburu meninggal dunia,” kata Abdul Haris di Jakarta, Selasa (15/8).

Pada Senin (14/8), Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan lembaganya tidak pernah menyebut Johannes Marliem sebagai saksi kunci dalam kasus E-KTP. Menurutnya pada kasus tersebut KPK memeriksa 110 dari 150 saksi.

Terkait kasus dengan terdakwa Irman dan Sugiharto itu, Johannes Marliem belum pernah dihadirkan dalam persidangan.

Soal kabar Johannes Marliem mengantongi bukti rekaman yang dapat mengungkap keterlibatan pihak lain, Febri mengatakan lembaganya belum tahu persis.

Dalam dakwaan penuntut umum KPK terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, Johannes disebut menerima 14,88 juta dolar AS dan Rp25,24 miliar dalam proyek senilai Rp5,95 triliun itu. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Desa Garda Terdepan Penyiapan dan Perlindungan Bagi Pekerja Migran

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan peran desa...

NASIONAL

KKP Dapat Jadi Katalisator Pengolah Produk Kelautan & Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang...

Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Permintaan Masih Tinggi, HPE Konsentrat Tembaga & Emas Naik Lagi

Jakarta, hotfokus.com Permintaan global terhadap produk pertambangan hingga kini masih tinggi, harga...

Hunian Sementara Dikebut, Ribuan Korban Banjir–Longsor Sumut Mulai Bernapas Lega
NASIONAL

Hunian Sementara Dikebut, Ribuan Korban Banjir–Longsor Sumut Mulai Bernapas Lega

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah pusat tancap gas mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor...