Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat dukungan untuk operasional haji 2026 dengan menyiapkan pasokan avtur dan infrastruktur penerbangan di 14 bandara embarkasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kelancaran keberangkatan lebih dari 200 ribu jamaah Indonesia menuju Tanah Suci.
Melalui Pertamina Patra Niaga, kebutuhan avtur selama musim haji diperkirakan melampaui 80 ribu kiloliter. Dukungan logistik energi itu ditopang sistem distribusi terintegrasi dan pemantauan operasional agar layanan penerbangan berjalan tanpa gangguan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan kesiapan infrastruktur aviasi telah disusun menyeluruh untuk menopang lonjakan aktivitas penerbangan haji.

“Seluruh sarana aviasi kami siagakan agar operasional penerbangan jamaah berjalan lancar dengan pasokan energi yang aman,” ujar Baron.
Distribusi avtur mencakup sejumlah embarkasi utama seperti Soekarno-Hatta, Kualanamu, Juanda, Sultan Hasanuddin, hingga Yogyakarta International Airport. Selain menjaga stok nasional tetap aman, Pertamina juga mengoptimalkan produksi domestik untuk memperkuat ketahanan pasokan energi penerbangan.
Tak berhenti di layanan konvensional, Pertamina juga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berbasis minyak jelantah sebagai bagian dari transisi energi.
“Pengembangan biofuel domestik menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan,” kata Baron.

Kesiapan layanan avtur haji dan inovasi SAF menegaskan peran Pertamina tidak hanya menopang mobilitas jamaah, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan energi nasional di sektor aviasi. (*)
Leave a comment