Jakarta, hotfokus.com
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menyiapkan dukungan pembiayaan untuk mempercepat elektrifikasi desa melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini masuk dalam target penyaluran dana bergulir Rp2,1 triliun sepanjang 2026, dengan 85% difokuskan ke sektor riil.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman mengatakan koperasi energi berpotensi menjadi motor penggerak akses listrik, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut dia, LPDB tidak hanya hadir sebagai penyalur modal, tetapi juga mitra penguatan bisnis koperasi.
“LPDB hadir sebagai mitra pembiayaan, pendampingan, dan inkubasi agar koperasi mampu menjadi motor ekonomi sekaligus solusi energi desa,” ujar Deva di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, LPDB menawarkan pembiayaan dengan bunga kompetitif 6,5% konvensional atau setara 3% flat syariah. Skema ini juga didukung proses digital e-proposal dengan persetujuan hingga 21 hari kerja, plafon Rp500 juta sampai Rp250 miliar, serta tenor maksimal 10 tahun.
Dorongan pembiayaan ini dinilai penting untuk memperkuat proyek PLTS berbasis koperasi di desa-desa, sekaligus mendorong kemandirian energi nasional. Selain modal, LPDB juga menjalankan program inkubasi tahunan guna memperkuat tata kelola dan inovasi usaha koperasi.
“Pendanaan saja tidak cukup, koperasi perlu diperkuat dari sisi bisnis dan kapasitas,” tegas Deva.

LPDB menilai model pembiayaan koperasi sektor riil dapat membuka jalan bagi elektrifikasi yang lebih merata, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan transisi energi bersih. (DIN/GIT)
Leave a comment