Jakarta, Hotfokus.com
Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 1,59 persen secara kuartalan (q-to-q) dibanding triwulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (y-o-y), ekonomi nasional melaju pesat hingga mencapai 5,47 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp6.741 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.633,2 triliun.
“Jadi secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen,” kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Capaian laju pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tumbuh 5,04 persen.
Dari sisi lapangan usaha, lima sektor utama—yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan—memberikan kontribusi dominan hingga 65,31 persen terhadap PDB nasional. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22 persen, didorong lonjakan okupansi hotel dan konsumsi restoran. Sementara sektor jasa keuangan mengekor di angka 8,47 persen berkat pesatnya intermediasi perbankan.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan utama yang mencapai 1,20 persen. Selain itu juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,94 persen,” ujarnyа.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi motor penopang utama dengan total andil 82,78 persen terhadap PDB. Konsumsi rumah tangga menyumbang 51,97 persen (tumbuh 5,04 persen), sedangkan PMTB berkontribusi 30,81 persen (tumbuh 6,06 persen). Konsumsi pemerintah sendiri melonjak tertinggi sebesar 8,95 persen meski kontribusinya terbatas pada 7,28 persen.

“Pada triwulan III 2026 konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen dan untuk PMTB sebesar 1,91 persen,” kata Edy. (DIN/GIT)
Leave a comment