Home NASIONAL Menhub: Komitmen Pemda Terhadap Penyelenggaraan Bus Listrik Belum Maksimal
NASIONAL

Menhub: Komitmen Pemda Terhadap Penyelenggaraan Bus Listrik Belum Maksimal

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah memprioritaskan penggunaan bus listrik untuk transportasi publik di perkotaan, mengingat rendah emisi hingga berdampak terhadap meningkatnya kualitas udara. Namun sayang, komitmen pemda menyelenggarakan transportasi publik yang ramah belum optimal.

“Karena itu, kami mendorong percepatan elektrifikasi transportasi publik melalui penggunaan bus listrik untuk kawasan perkotaan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat acara Sustainable E-Mobility Event: Upscaling Bus Electrification Nationwide yang diselenggarakan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Selasa (21/5/2024).

Ia mengaku pengguna kendaraan pribadi di Indonesia masih tinggi dibanding transportasi umum berbasis bahan bakar fosil. Karenanya, pemerintah berkomitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Tahun 2020-2024.

Padahal, menhub menegaskan saat ini sudah ada Perpres No 79/2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Atas dasar itu, Kemenhub sedang menyusun roadmap implementasi E-Mobility untuk program transportasi massal berbasis BRT di Indonesia.

Implementasi tersebut adalah angkutan perkotaan dengan skema BTS menggunakan armada listrik di dua kota, seperti Bandung (8 bus) dan Surabaya (14 bus). Program lainnya Mastran di dua kota, seperti Medan dan Bandung yang implementasinya akan menggunakan bus listrik.

Namun, Budi menyebutkan masih ada sejumlah tantangan dalam penerapan angkutan umum berbasis listrik di Indonesia. Di antaranya, belum optimalnya komitmen pemda dalam penyelenggaraan transportasi publik serta kurangnya sarana dan prasarana terkait kesiapan armada bus listrik, seperti halnya charging station.

“Pemerintah Pusat sudah berusaha untuk mengadakan kendaraan listik. Hanya saja, dukungan pemda belum optimal. Poin penting yang ingin saya sampaikan, pusat dan pemda punya tanggung jawab yang sama untuk menyelenggarakan angkutan publik yang ramah lingkungan,” pungkas Budi.

Menhub juga menyadari bahwa pengadaan kendaraan listrik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurutnya, harga kendaraan listrik bisa dua kali lipat lebih mahal dibanding kendaraan konvensional.

“Menurut saya, salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam kendaraan listrik adalah baterai. Karena itu, saya berharap ITDP atau pihak-pihak lain yang berkepentingan bisa melakukan riset bagaimana cara mendapatkan baterai dengan harga yang terjangkau,” jelas menteri. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...