Jakarta, Hotfokus.com
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia diproyeksikan terus melaju pada 2027. Supply Chain Indonesia (SCI) memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ini mencapai Rp1.713,24 triliun, tumbuh 7,69 persen.
Proyeksi tersebut menunjukkan aktivitas logistik masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah berbagai tekanan ekonomi. Nilainya juga meningkat dibandingkan proyeksi 2026 sebesar Rp1.597,55 triliun dan realisasi 2025 yang mencapai Rp1.466,26 triliun.
Founder & CEO Supply Chain Indonesia Setijadi menyampaikan proyeksi tersebut pada Senin (21/9/2026).
“Nilai tersebut meningkat dari proyeksi Rp1.597,55 triliun pada 2026 dan realisasi Rp1.466,26 triliun pada 2025,” kata Setijadi.
Pergudangan Tumbuh Lebih Kencang
Jika dipecah berdasarkan subsektor, transportasi masih menyumbang porsi terbesar. SCI memproyeksikan PDB subsektor transportasi mencapai Rp1.340,91 triliun pada 2027 dengan pertumbuhan 7,59 persen.
Sementara itu, subsektor pergudangan mencatat prospek pertumbuhan yang lebih tinggi. SCI memperkirakan PDB pergudangan mencapai Rp372,33 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 10,65 persen.
Angka tersebut memperlihatkan geliat pergudangan berpotensi bergerak lebih cepat dibandingkan subsektor transportasi. Keduanya tetap menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas distribusi barang dan rantai pasok.
“Prospek tersebut menunjukkan peran transportasi, pergudangan, dan konektivitas semakin penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang, perdagangan, industri, serta pengembangan pasar,” ujar Setijadi.
Ada Tantangan di Balik Prospek Cerah
Meski proyeksi pertumbuhan terlihat kuat, sektor logistik tetap menghadapi sejumlah tantangan. Ketidakpastian global, tekanan biaya, perubahan permintaan, kebutuhan investasi, serta tuntutan efisiensi rantai pasok menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.
Karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan pasar. Mereka juga perlu meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan jaringan agar peluang ekonomi dapat diterjemahkan menjadi strategi bisnis yang tepat.
“Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, optimalisasi jaringan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi antarpelaku,” kata Setijadi.

Menurutnya, dunia usaha perlu membaca prospek tersebut secara strategis untuk menghadapi 2027. Dengan demikian, pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan tidak hanya tercermin dalam angka PDB, tetapi juga mendorong efisiensi rantai pasok. (SA/GIT)
Leave a comment