Home NASIONAL Kondisi Kembali Memanas di Perbatasan Hualoy-Tomalehu dan Latu
NASIONAL

Kondisi Kembali Memanas di Perbatasan Hualoy-Tomalehu dan Latu

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pasca aksi saling serang pada Februari 2019 lalu, konflik antara warga Hualoy-Tomalehu dan Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat kembali terjadi, Kamis (26/03/20). Ketegangan antara ketiga warga negeri tersebut terjadi sejak pukul 06.00 WIT.

Aksi saling serang tersebut dipicu oleh pelemparan bom dan tembakan di daerah perbatasan yang diduga dilakukan oleh warga Latu pasca penarikan Tentara BKO Satgas 136 Tuasakti yang bertugas di wilayah perbatasan ketiga negeri tersebut beberapa hari lalu.

Menurut Hamza Lussy, salah satu warga Hualoy yang dihubungi via telepon selulernya, sejak penarikan Tentara BKO Satgas 136 Tuasakti dari wilayah perbatasan ketiga negeri di Kecamatan Amalatu itu, aksi pelemparan bom dan tembakan hampir terjadi setiap hari. “Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari kemarin, sejak penarikan tentara BKO di daerah perbatasan,” katanya.

Dia menambahkan, aksi saling serang yang terjadi sejak pagi tadi, dipicu oleh warga Latu yang melakukan penyerangan ke negeri Hualoy-Tomalehu dengan menggunakan katapel bom dan senjata. “Sejak tadi pagi, kami diserang dengan bom yang dilempar menggunakan katapel dan rentetan tembakan oleh warga Latu,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH), Muslim Azhari Saleh, mengutuk aksi penyerangan oleh warga Latu tersebut.

Menurutnya, upaya perdamaian yang coba dilakukan tidak pernah diindahkan oleh masyarakat Latu. “Usaha menuju penyelesaian konflik dan perdamaian sudah beberapa kali dilakukan, baik oleh pemerintah negeri Hualoy dan Tomalehu maupun dari kami mahasiswa, tapi tidak disambut baik oleh warga malah dibalas dengan aksi penyerangan,” ketus Muslim dalam pesan tertulisnya yang diterima Hotfokus.com di Jakarta, Kamis (26/3).

Dia berharap, penegak hukum baik dari pihak kepolisian dan TNI serta pemerintah daerah Kab.SBB untuk serius menangani masalah tersebut. “Konflik antara ketiga negeri ini sudah berlangsung kurang lebih satu tahun, kami berharap pihak penegak hukum secara serius menangani masalah ini agar tidak berlarut dan memakan korban,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak keamanan baik dari Satuan Brigif Maluku Tengah maupun Satuan Sabhara Polres Seram Bagian Barat sudah tiba di lokasi kejadian.(RAL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...

NASIONAL

Mainkan ‘Piring’ Rakyat, Pemerintah Bakal Sikat Mafia Pangan

Jakarta, hotfokus.com Ditengarai memainkan ‘isi piring’ rakyat, pemerintah bakal menertibkan dan menyikat...

Bea Cukai dan BAIS TNI bongkar sindikat pita cukai ilegal di Jepara-Semarang, selamatkan potensi kerugian negara Rp570 miliar.
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Negara Selamat dari Kerugian Rp570 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Aksi sindikat pita cukai ilegal di Jawa Tengah akhirnya terbongkar....

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut
NASIONAL

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto resmi mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...