Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk membangun ekosistem sawit berbasis koperasi. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan daya tawar petani sawit melalui penguatan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 1.135 koperasi sawit akan diintegrasikan dalam program tersebut. Menurutnya, koperasi tidak hanya mengelola kebun, tetapi juga didorong memiliki pabrik pengolahan.
“Ironi jika petani punya sawit, tapi harus antre minyak goreng. Koperasi instrumen tata niaga sawit lebih adil,” ujar Ferry, Jumat (3/7/2026).
Sebagai langkah awal, Kemenkop akan meresmikan pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Ferry menilai kehadiran pabrik tersebut akan memperluas peran koperasi hingga menghasilkan produk turunan seperti minyak goreng dan minyak makan merah.
“Koperasi kini masuk produksi, punya pabrik CPO, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang dijual di koperasi desa,” katanya.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, menambahkan perusahaan menargetkan pengembangan kebun sawit seluas 1,25 juta hektare. Dari jumlah itu, 250 ribu hektare disiapkan untuk plasma koperasi.
“Kami identifikasi lebih dari 120.000 hektar sawit rakyat yang ikatan formalnya belum jelas, untuk dihimpun dalam koperasi,” ujarnya.

Selain sawit, kerja sama ini juga mencakup pengembangan 400 ribu hektare kedelai, 250 ribu hektare jagung, dan 300 ribu hektare singkong sebagai bahan baku etanol. DIN/GIT)
Leave a comment