Home NASIONAL ITB Miliki Doktor Termuda
NASIONAL

ITB Miliki Doktor Termuda

Share
Share
BANDUNG – Seorang putera Nusa Tenggara Timur, Grandprix Thomryes Marth Kadja, hari ini resmi menjadi orang Indonesia pertama yang mampu meraih gelar doktor pada usia sangat muda, 24 tahun. Mahasiswa S3 Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) itu berhasil mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka Sekolah Pasca Sarjana FMIPA ITB, Jumat (20/10), di Bandung.

Dengan mengangkat mengangkat topik “Zeolite sintesis, mekanisme, dan peningkatan hierarki zeolit ZSM-5,” Grandprix lulus dengan predikat cumlaude. Demikian siaran pers Direktorat Humas dan Publikasi ITB.

Selama menjalankan Studi S3 di ITB, pria kelahiran 31 Maret 1993 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, melakukan penelitian secara penuh di bawah bimbingan Dr Rino Mukti, Dr. Veinardi Suendo, Prof Ismunandar, dan Dr I Nyoman Marsih sebagai promotornya.

Grandprix menjelaskan, garis besar penelitiannya adalah fokus pada material yang banyak dipakai di industri seperti petrokimia dan pengolahan biomassa.

Salah seorang penguji datang dari Universitas Indonesia, Dr Yuni Krisnandi. Yuni adalah dosen senior FMIPA, Departemen Kimia, Kelompok Bidang Ilmu Kimia Anorganik yang saat ini menjabat Kepala Laboratoroum Solid Inorganic Framework (SIF) Universitas Indonesia.

Sebelumnya Grandprix adalah Sarjana Unggul lulusan S1 Kimia Universitas Indonesia, dan mengikuti Program PMDSU Kemenristekdikti pada program studi sama di ITB. Lulus magister pada 2015, Grandprix telah sembilan kali mengeluarkan publikasi seminar berskala Internasional.

Grandprix masuk SD pada umur 5 tahun dan lanjut ke kelas akselerasi di SMA sehingga usianya pada waktu masuk kuliah S1 adalah 16 tahun. Lulus S1 pada usia 19 tahun, lalu melanjutkan S2-nya dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti.

Sebelumnya gelar doktor termuda dari ITB diraih oleh Dr Megawati Zunita yang saat itu berusia 26 tahun. Kelahiran 17 Juni 1987 itu mengambil Program Studi Kimia FMIPA ITB dan telah diwisuda pada 12 Juli 2013. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait
NASIONAL

PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menegaskan bahwa...

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100,6 triliun hingga April 2026, memperkuat APBN di tengah ketidakpastian global.
NASIONAL

Mantap, Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp100,6 Triliun, APBN Makin Kokoh di Tengah Gejolak Global

Jakarta, hotfokus.com Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mencatat sinyal positif hingga April...

Bursa Wirausaha Disiapkan Jadi Mesin Cetak 10 Juta Wirausaha Muda Baru
NASIONAL

Bursa Wirausaha Disiapkan Jadi Mesin Cetak 10 Juta Wirausaha Muda Baru

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha muda baru pada masa...

NASIONAL

Menperin Minta Industri Gunakan Mata Uang Lokal Pada Transaksi Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta kalangan industri menggunakan...