Home NASIONAL Instansi Harus ‘Pasang Badan’ Program P3DN Buat Halau Produk Impor
NASIONAL

Instansi Harus ‘Pasang Badan’ Program P3DN Buat Halau Produk Impor

Share
Instansi Harus 'Pasang Badan' Program P3DN Buat Halau Produk Impor
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta setiap instansi harus pasang badan alias mengawal program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk menghalau masuknya produk impor yang dikhawatirkan menggerus produk asli Indonesia.

“Perekonomian nasional ada di tangan kita. Kemandirian bangsa, tenaga kerja Indonesia hingga keputusan apa akan menjadi negara maju atau terus menerus terjebak sebagai negara berkembang ada pada keputusan bapak ibu. Saya berpesan terus optimalkan program P3DN ini. Pakai PDN, Wajib TKDN,” kata menteri, saat membuka Rapat Kerja Tim Nasional P3DN, Selasa (8/10/2024).

Menurut Agus, semakin banyak menggunakan produk dalam negeri khususnya yang bersertifikat TKDN, investasi akan semakin meningkat. Tenaga kerja makin banyak terserap, struktur industri semakin kuat dan penerimaan pajak juga akan terus naik. “Pada akhirnya perekonomian nasional akan semakin bertumbuh dan menguat. “Inilah hasil akhir yang kita harapkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan untuk produk dalam negeri,” jelasnya.

Selama ini, menteri mengaku capaian realisasi belanja produk dalam negeri pada pengadaan barang dan jasa pemerintah terus bertambah signifikan. Selama dua tahun terakhir, nilai realisasi per tahunnya melampaui target. Lebih dari 100 persen.

Pada 2022 lalu, Kementerian/Lembaga dan pemda telah membelanjakan Rp440,3 triliun untuk belanja PDN, yang melampaui target belanja PDN minimal Rp400 triliun, sesuai Inpres No 2/2022. Tahun berikutnya (2023), K/L dan pemda membelanjakan Rp582,5 triliun untuk PDN atau naik 32,3 tahun dari tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2024, sampai dengan 16 September 2024, K/L dan pemda baru membelanjakan Rp483 triliun untuk PDN. Memang sudah melebihi target Perpres, namun capaian penggunaan produk dalam negeri baru mencapai 41,7 persen dari Rp1.159 triliun total nilai rencana belanja pengadaan yang diumumkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP),” ujar menteri.

Agus optimis sisa anggaran akan lebih banyak dioptimalkan untuk pembelian produk dalam negeri, terutama yang telah bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Masih ada waktu untuk mengejar belanja pengadaan PDN untuk tahun ini. Saya yakin hasil tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...