Home NASIONAL Fadli Zon Kritik Pemerintah
NASIONAL

Fadli Zon Kritik Pemerintah

Share
Share

JAKARTA – Sejumlah kritik dilontarkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon terkait tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurutnya selama tiga tahun terakhir demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran.

Dia juga menyebut, di matanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) one man show. “Dia berlaku sebagai presiden, kadang jadi gubernur, kadang jadi bupati, sampai kadang-kadang jadi ketua RT bagi-bagi kaos ya, bagi-bagi sepeda dan sebagainya, yang tidak perlu dilakukan oleh seorang presiden,” kritik Fadli dalam Diskusi Publik 3 Tahun Jokowi-JK di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/10).

Fadli juga menilai, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi, masih banyak masyarakat yang merasakan kesulitan hidup. Menurutnya, banyak anggaran yang diserap ke infrastruktur namun justru hanya memberikan manfaat bagi golongan elite saja.

Sementara soal hukum, lanjut Fadli, di tangan pemerintahan Jokowi dijadikan alat kepentingan politik penguasa.

Ia menuding banyak masyarakat yang menyampaikan pendapat kritisnya justru berbalik dikriminalisasi, dipenjara, bahkan difitnah.

“Kalau ada yang pro kepada pemerintah itu tidak langsung ditindaklanjuti, tapi kalau yang kritis langsung ditangkap. Seperti yang terjadi kepada Saudara Jonru. Dan banyak lagi contoh-contoh lain. Ini menurut saya merugikan pemerintah Jokowi sendiri karena dianggap suatu pemerintahan represif otoriter,” paparnya.

Orientasi pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur, juga dikritik Fadli Zon. Menurutnya, pembangunan infrastruktur justru mempersulit masyarakat karena mengambil porsi terbesar APBN. Padahal dikatakannya, pembangunan infrastruktur tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Sementara, masih menurut Fadli Zon, masyarakat mengalami penurunan daya beli.. Buktinya, lanjut Fadli, banyak usaha seperti Matahari, Ramayana, dan 7 Eleven tutup. Sedangkan yang masih bertahan mengalami penurunan omzet sekitar 35 persen. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kementan dan Pemkab Pekalongan mempercepat tanam tebu untuk mendukung swasembada gula nasional pada 2026.
NASIONAL

Percepatan Tanam Tebu Digenjot, Pekalongan Kejar Target 234 Hektare untuk Dukung Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat upaya swasembada gula...

Rektor UNM optimistis swasembada pangan Indonesia berlanjut dan menilai sektor pertanian terus menunjukkan kinerja positif.
NASIONAL

Rektor UNM Yakin Swasembada Pangan Berkelanjutan, Apresiasi Kinerja Pemerintah

Jakarta, hotfokus.com Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Farida Patittingi, menyatakan optimisme...

Kementan memperkuat cadangan pakan ternak dan Bank Pakan untuk menjaga produktivitas peternakan saat musim kemarau 2026.
NASIONAL

Kementan Perkuat Cadangan Pakan Ternak untuk Hadapi Musim Kemarau 2026

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional sebagai langkah...

NTP Mei 2026 naik 1,99 persen menjadi 127,73. Mentan Amran menyebut pendapatan dan daya beli petani semakin membaik.
NASIONAL

NTP Naik 1,99 Persen, Mentan Amran: Pendapatan Petani Semakin Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kenaikan Nilai Tukar Petani...