Jakarta, Hotfokus.com
Ratusan inovasi karya perwira PT Pertamina (Persero) menjadi sorotan dalam puncak Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026. Salah satunya pengembangan *Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan minyak jelantah dan cairan antikarat dari limbah makanan yang mampu menghemat biaya operasi hingga Rp81 miliar.
Ajang bertema Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value itu diikuti 915 pekerja yang tergabung dalam 120 gugus inovasi.
Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto menegaskan APQ Awards bukan sekadar kompetisi, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat budaya inovasi di seluruh entitas perusahaan.

“Ajang ini bukan sekedar ajang kompetisi untuk talenta perusahaan semata, namun menjadi instrumen strategis yang menjadi cermin kondisi inovasi dan mutu di setiap entitas Pertamina Grup,” ujar Andy.
Sementara itu, inovasi “Skin Care” dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia memanfaatkan limbah makanan menjadi cairan pelindung alat pengeboran yang ramah lingkungan.
“Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah,” kata Manager Organization & Quality Management PDSI, Riyan Tamara.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan seluruh inovasi akan masuk ke sistem knowledge management agar dapat diterapkan di unit operasi lain.
“Keberlanjutan inovasi ini akan kami pantau ketat melalui sustainability audit pasca-kompetisi, agar dampaknya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Baron. (*)
Leave a comment