Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), mencatat pencapaian baru melalui Terminal LPG Tanjung Sekong. Fasilitas ini resmi menyandang Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV), sekaligus menjadi terminal LPG pertama di dunia yang memperoleh pengakuan tersebut.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyebut sertifikasi itu menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur energi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, Terminal LPG Tanjung Sekong telah menerapkan berbagai standar operasional berkelanjutan, mulai dari efisiensi penggunaan energi, digitalisasi proses kerja, peningkatan aspek keselamatan, hingga langkah konkret dalam menekan emisi karbon.
Sebagai bagian dari pengembangan terminal hijau, Pertamina juga mengintegrasikan pemanfaatan energi surya dan mempersiapkan penggunaan hidrogen hijau yang diproduksi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, guna memperbesar pemakaian energi terbarukan.
Terminal yang berada di Cilegon, Banten, tersebut memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton atau sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional. Berdasarkan hasil audit Bureau Veritas, fasilitas ini memperoleh nilai 78,86 persen sehingga memenuhi syarat untuk meraih sertifikasi GTLC bintang 2.
BV Southeast Asia Industry Director Joko Prakoso menegaskan seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dengan mengacu pada bukti lapangan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami melakukan proses verifikasi secara independen. Penilaiannya harus berdasarkan bukti dan data yang nyata,” kata Joko. (*)
Leave a comment