Home NASIONAL Longsor Brebes, Ini Dia Sebabnya
NASIONAL

Longsor Brebes, Ini Dia Sebabnya

Share
Share

JAKARTA — Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi ke lokasi terjadinya bencana gerakan tanah longsor di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto penyebab terjadinya gerakan tanah disebabkan antara lain oleh kemiringan lereng yang terjal sehingga mudah terjadi luncuran dan curah hujan yang tinggi yang menyebabkan tanah menjadi jenuh. Kamis (22/2).

“Gerakan tanah berupa tanah longsor di Brebes Jawa Tengah akibat, kemiringan lereng yang terjal, batunapal diperkirakan sebagai bidang gelincir, sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air dan curah hujan tinggi sebagai pemicu gerakan tanah,” ujar Agus.

Bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran berkembang menjadi aliran bahan rombakan, lanjut Agus.

Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan dengan kemiringan lereng agak curam sampai curam. Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Februari 2018 di Kabupaten Brebes, daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah tinggi, artinya Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Tindak lanjut atas kejadian tersebut, Badan Geologi kembali mengirim Tim Tanggap Darurat ke lokasi bencana dan saat ini telah dilakukan koordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Brebes untuk melakukan langkah-langkah mitigasi antara lain, melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah, memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah serta memberikan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana.

Beberapa waktu lalu pada periode tanggal 11 Januari 2018 dan 15 Januari 2018, berdasarkan permintaan dari Bupati Brebes, Badan Geologi telah melaksanakan kajian gerakan tanah di wilayah Kecamatan Salem dan telah melakukan koordinasi kepada BPBD Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah dan sekaligus melaksanakan sosialisasi terbatas di wilayah rentan gerakan tanah.

Gerakan tanah/tanah longsor melanda kawasan hutan produksi milik perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2) sekitar pukul 08.00WIB. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh BNPB kejadian gerakan tanah tersebut menelan korban 5 korban jiwa, 15 orang hilang dan 14 orang selamat. Selain itu akses jalan provinsi antara Kecamatan Salem menuju Kecamatan Banjargarjo, Kabupaten Brebes tidak dapat dilalui. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kemenperin Bangun lnstalasi Pengolahan Air Limbah di Kalsel
NASIONAL

Kemenperin Bangun lnstalasi Pengolahan Air Limbah di Kalsel

Jakarta, hotfokus.com Kemenperin bangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk industri kecil...

NASIONAL

Sofyano Zakaria: Streamlining BUMN Wajib Mengutamakan Pasal 33 UUD 1945

Jakarta, hotfokus.com Pengamat Kebijakan Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),...

NASIONAL

Peternak Rakyat Dilindungi, Kementan Batasi DOC Ayam Petelur untuk Perusahaan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan distribusi DOC FS ayam ras...

NASIONAL

Ekonomi Digital RI Nyaris US$100 Miliar, Harbolnas 2026 Bidik Transaksi Rp40 Triliun

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah terus menggenjot ekonomi digital Indonesia dengan memperkuat UMKM dan...