Home NASIONAL Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Jampidsus Diduga Selamatkan Betty Halim
NASIONAL

Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Jampidsus Diduga Selamatkan Betty Halim

Share
ampidsus Diduga Selamatkan Betty Halim
ampidsus Diduga Selamatkan Betty Halim
Share

Jakarta, hotfokus.com

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) telah menetapkan pengusaha Edward Seky Soeryadjaya (ESS) sebagai tersangka baru di kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI).

Menurut penyidik, Edward yang menjadi tersangka di kasus ini karena diduga telah turut serta menikmati keuntungan yang diperoleh dari pembelian saham SUGI yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Helmi Kamal.

Penyidik Kejaksaan menetapkan Helmi Kemal Lubis, Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina karena diduga melakukan korupsi pengelolaan dana pensiun yang merugikan keuangan negara Rp 1,4 triliun.

Menanggapi hal ini, Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) Arief Poyuono mengatakan, Helmi diduga menggunakan dana pensiun untuk membeli saham SUGI dan ELSA yang tak ‘liquid’. “Pembelian tersebut dilakukan dengan menggunakan PT Millenium Dana Sekurutas. Total saham yang dibeli adalah 2.004.843.140 lembar saham tanpa melakukan kajian dan tidak mengikuti prosedur pembelian saham,” kata Arief dalam keterangannya yang diterima media, Kamis (21/12).

Baik Helmi Lubis sebagai Presiden Direktur PT Dana Pensiun Pertamina maupun Edward Soerjadjaya selaku pemilik dari PT SUGI, lanjutnya, telah ditetapkan sebagai tersangka  oleh penyidik Kejaksaan.

“Jangan sampai penyidikan kasus tersebut berhenti pada Helmi Kemal Lubis dan Edward Soerjadjaya semata. Semua pihak harus diusut, termasuk dugaan keterlibatan Betty Halim selaku pemilik dari PT Millenium Dana Sekuritas,” tandas Arief.

Bukankah menurut Penyidik Kejaksaan, imbuh Arief, pada periode Desember 2014-September 2015, Helmi diduga dengan melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas.

“Perhitungan BPK Rp 599 miliar. Sekarang harga saham pada saat itu tidak seharga itu, tapi dijual satu lembar Rp 260. Bayangkan 260 dikali 2 miliar lembar berapa duit. Itu harga sekarang hanya Rp 50. Berapa hitungannya sudah. Padahal saat dibeli itu sama sekali harga sudah hancur,” paparnya.

Arief mempertanyakan,  kenapa hingga kini Betty Halim selaku pemilik dari PT Millenium Dana Sekuritas tidak ditetapkan sebagai tersangka. “Bukankah sebagaimana Edward Soerjadjaya, Betty Halim juga dapat diduga turut menikmati keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang melibatkan PT Millenium Dana Sekuritas,?” katanya.

“Kami menduga ada upaya penggelapan hukum untuk menyelamatkan Betty Halim dari kasus perampokan dana pensiun pertamina tersebut,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Arief, untuk membuktikan penyidik kejaksaan sungguh sungguh memberantas korupsi.  “Kami serukan agar sesegera mungkin Betty Halim ditetapkan sebagai tersangka sebagai terduga perampok dana pensiun pertamina,” tandasnya. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Lawan Mafia Tanah, Sertipikat Mbah Tupon Akhirnya Kembali Setelah Proses Panjang
HUKUMNASIONAL

Lawan Mafia Tanah, Sertipikat Mbah Tupon Akhirnya Kembali Setelah Proses Panjang

Jakarta,Hotfokus.com Perjuangan panjang melawan mafia tanah akhirnya berbuah hasil. Sertipikat tanah milik...

Produksi Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Mentan Dorong Kampus Percepat Hilirisasi
NASIONAL

Produksi Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Mentan Dorong Kampus Percepat Hilirisasi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memproyeksikan stok beras nasional menembus...

Pemerintah dorong hilirisasi lewat KEK Gresik. Investasi tembus USD6,1 miliar, sektor manufaktur jadi motor utama.
NASIONAL

KEK Gresik Makin Moncer, Pemerintah Gaspol Hilirisasi Lewat Pabrik Melamin

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mempercepat penguatan hilirisasi industri untuk mendorong transformasi ekonomi nasional....

NASIONAL

UU Perlindungan Konsumen Kurang ‘Bergigi’. Mendag: Perlu Direvisi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mengaku Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No 8/1999 masih kurang...