Jakarta, hotfokus.com
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp22 triliun sejak berdiri. Pembiayaan itu tersebar ke 3.909 koperasi di seluruh Indonesia.
Direktur Utama LPDB, Krisdianto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan pembiayaan ke koperasi baik ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau koperasi eksisting. Target utama penyaluran ke depannya akan difokuskan ke sektor riil.
“Sesuai arahan Pak Menteri (Menkop Ferry Juliantono) diarahkan kepada koperasi sektor riil. Tapi bukan berarti kami tidak membiayai koperasi simpan pinjam, hanya saja sangat selektif,” ujar Krisdianto usai menghadiri Tasyakuran HUT LPDB Ke 20 di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Khusus di tahun 2026, LPDB telah merealisasikan 53% dari target penyaluran Rp2,1 triliun tahun ini. Komposisi pembiayaan terbagi 85% untuk sektor riil dan 15% untuk koperasi simpan pinjam, dengan porsi syariah 45% dan konvensional 55%.
Objek utama pembiayaan LPDB mencakup koperasi di sektor pertanian, pangan, dan energi terbarukan, termasuk koperasi tebu, beras, dan sawit, yang menjadi bagian dari program strategis nasional.
“Kami menerapkan bunga 6,5% efektif tanpa provisi dan tanpa biaya administrasi. Kalau dibandingkan secara apple to apple dengan perbankan, kami tetap paling murah,” katanya.
Di saat yang sama Menkop Ferry mengapresiasi kinerja LPDB Koperasi yang telah berkiprah dalam mendukung pengembangan koperasi di Indonesia. Ia berharap LPDB dan mitra – mitranya dapat mendukung layanan pembiayaan mikro bagi masyarakat melalui KDKMP.

“Unit layanan ini sangat diperlukan masyarakat karena selama ini masyarakat di desa-desa atau kelurahan banyak yang terjerumus pada praktek pinjol dan rentenir,” katanya. (DIN/GIT)
Leave a comment