Jakarta, hotfokus.com
Dampak Aksi ambil untung berakibat Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga menjadi buntung. Pada periode 1-14 Maret ini, pemerintah menurunkan 0,12 persen HPE tembaga (Cu ≥ 15 persen) dibanding periode kedua Februari 2026, dari 6.692,35 dolar AS menjadi 6.684,18 dolar AS per wet metric ton (WMT).
“Ini sesuai Kepmendag No 375/2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar tertanggal 27 Februari 2026,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, Sabtu (28/2/2026).
Ia mengungkap menurunnya HPE konsentrat tembaga akibat dampak aksi ambil untung dan menguatnya dolar AS di tengah fase konsolidasi harga tembaga global. Selama periode pengumpulan data, harga tembaga London Metal Exchange (LME) sempat menembus 13.000 dolar AS/ton, bahkan mencapai kisaran 13.300 dolar AS/ton pada 11 Februari, sebelum terkoreksi ke kisaran 12.500–12.700 dolar AS/ton dan kembali bergerak mendekati 13.200 dolar AS/ton pada akhir Februari 2026.
Sehingga dalam rentang penghitungan tersebut, harga tembaga (Cu) turun 1,44 persen dan perak turun 15,09 persen.

Kecuali emas (Au) naik 1,31 persen. Menurut Tommy, kenaikan harga emas didorong meningkatnya permintaan safe-haven serta pembelian sejumlah bank sentral global di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dunia. (bi)
Leave a comment