Home NASIONAL Remitansi 2024 Capai Rp251 T, Bisa Perkuat Persoalan Sosial & Daerah
NASIONAL

Remitansi 2024 Capai Rp251 T, Bisa Perkuat Persoalan Sosial & Daerah

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengungkap pengiriman uang (remitansi) dari pekerja migran tak hanya berdampak terhadap perekonomian, tapi juga bisa memperkuat penanganan masalah sosial dan daerah.

“Selama 2024, devisa yang didapat dari remitansi Rp251 triliun. Sehingga pentingnya menempatkan remitansi sebagai instrumen strategis,” kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat rakor bersama Danantara, Bank Indonesia (BI) dan Komdigi membahas penguatan pengelolaan remitansi Pekerja Migran Indonesia, Senin (23/6/2025).

Disebutkan, para pekerja migran Indonesia setiap bulan mengirim uang ke keluarga di Indonesia. Tapi sayangnya, uang kiriman tersebut masih banyak terbebani biaya admin yang tinggi, sehingga dana yang diterima keluarga berkurang cukup signifikan.

“Kami mendorong solusi nyata untuk memangkas biaya dan memperkuat layanan remitansi yang cepat, mudah dan murah,” tandasnya.

Apalagi data BI menyebutkan remitansi dari para pekerja migran Indonesia sepanjang 2024 mencapai 15,7 miliar dolar AS. Angka tersebut tak hanya menunjukkan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 1 persen, tapi juga memperkuat ketahanan ekonomi melalui dukungan terhadap neraca pembayaran negara.

Bahkan Survei Bank Indonesia tahun 2019 menunjukkan bahwa 68 persen gaji pekerja migran dikirim ke Indonesia, dimanfaatkan selain untuk kebutuhan hidup sehari-hari (48 persen), investasi (21 persen), menabung (7 persen), bisnis/usaha (5 persen) dan lainnya (9 persen).

“Artinya, remitansi turut berperan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Karenanya, Kementerian P2MI mendorong sinergi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Bank Indonesia, OJK, perusahaan teknologi keuangan, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Tujuannya adalah memperluas digitalisasi remitansi agar lebih cepat, murah, dan transparan, sekaligus membangun literasi keuangan dan investasi berkelanjutan untuk pekerja migran Indonesia dan keluarganya. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Menperin Minta Industri Gunakan Mata Uang Lokal Pada Transaksi Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta kalangan industri menggunakan...

BI menaikkan suku bunga menjadi 5,50 persen. Pengamat menilai langkah ini penting menjaga rupiah dan mengendalikan inflasi.
NASIONAL

BI Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Lagi, Kenapa?

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan memutuskan menaikkan suku bunga acuan...

DSI Jadi Gerbang Tunggal Ekspor SDA, Pemerintah Pastikan Transparan dan Tak Ganggu Kontrak Lama
NASIONAL

DSI Jadi Gerbang Tunggal Ekspor SDA, Pemerintah Pastikan Transparan dan Tak Ganggu Kontrak Lama

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah memastikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI akan...

Kementan dan Pemkab Pekalongan mempercepat tanam tebu untuk mendukung swasembada gula nasional pada 2026.
NASIONAL

Percepatan Tanam Tebu Digenjot, Pekalongan Kejar Target 234 Hektare untuk Dukung Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat upaya swasembada gula...