Home EKONOMI Selamatkan Driver Ojol Selama PSBB, YLKI Sarankan Hal Ini
EKONOMI

Selamatkan Driver Ojol Selama PSBB, YLKI Sarankan Hal Ini

Share
Share

 

Jakarta, hotfokus.com

Driver ojek online (ojol) menjadi salah satu pihak yang terkena imbas dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemda DKI Jakarta. Otomatis pendapatan mereka anjlok karena sudah tidak bisa lagi melayani order penumpang. Padahal selama ini, layanan penumpang mendominasi sumber pendapatan ojol yang mencapai 60 perseb dari total pendapatan mereka.

Melihat hal itu, Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), mengatakan bahwa smua pihak harus menaati Kebijakan tersebut dikukuhkan via Pergub No. 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB agar mata rantai wabah corona bisa dihentikan. Namun begitu khusus untuk profesi ojol harus diperhatikan nasib hidupnya. Sebab selama pelaksanaan PSBB angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya diizinkan untuk mengangkut barang (Pasal 18 ayat 6). Artinya ojol dilarang mengangkut penumpang.

“Tentu saja aturan ini sangat memukul pendapatan driver ojol, sebab 60 persen pendapatan driver ojol adalah dari orderan penumpang orang. Tetapi demi keamanan, kesehatan dan keselamatan kedua belah pihak (penumpang dan driver), ketentuan ini harus dipatuhi bersama,” kata Tulus dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Oleh karena itu, keberlangsungan dan nasib driver harus mendapatkan perhatian serius baik dari managemen aplikator, atau bahkan dari konsumennya. YLKI menyarankan agar aplikator menghilangkan potongan pada driver. Atau potongan maksimal lima persen saja. Selain itu, agar pihak aplikator menangguhkan potongan cicilan helm dan jaket pada driver.

Dia juga berharap agar aplikator membantu dan memfasilitasi tagihan atau cicilan pada pihak leasing. Sesuai kebijakan pemerintah, selama tanggap darurat Covid-19, tagihan pada lembaga keuangan, termasuk sektor leasing ditangguhkan. Tetapi fakta di lapangan masih banyak konsumen yang ditagih oleh pihak leasing, termasuk konsumen dari driver ojol.

“Untuk konsumen selalu memberikan tips pada driver ojol, bahkan tips tersebut seharusnya lebih besar daripada kondisi normal. Tips sebagai bentuk insentif kepada driver ojol yang telah berani mengambil risiko tinggi, dengan tetap beroperasi dan melayani konsumen. Inilah saatnya konsumen berkontribusi di tengah pandemi. Sementara selama ini konsumen mendapatkan tarif promosi,” pungkas Tulus. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...