Home NASIONAL Data Tak Akurat, Distribusi Tertutup LPG 3 Kg Rawan Dikorupsi 
NASIONAL

Data Tak Akurat, Distribusi Tertutup LPG 3 Kg Rawan Dikorupsi 

Share
Peneliti AEPI Jakarta, Salamuddin Daeng
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Data kemiskinan di Indonesia tidak pasti, karena setiap institusi berbeda angka tentang kemiskinan sehingga sangat tergantung kepentingan masing masing.

“Angka kemiskinan di Kemensos didasarkan pada proposal proyek kemiskinan mereka ke internasional dan ke APBN, demikian juga dengan angka kemiskinan Pemda disesuikan dengan proposal pengentasan kemiskinan mereka,” kata Pengamat Ekonomi dari AEPi, Salamuddin Daeng di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Selain itu, angka kemiskinan versi BPS bermasalah. BPS melakukan trik memainkan indikator kemiskinan. BPS menggunakan indikator extrime poperty dalam mengukur kemiskinan. “Hal itu mengakibatkan angka kemiskina BPS terus menurun dan kecil, meski keadaan ekonomi memburuk,” ujarnya.

Menurutnya, tiidak ada angka kemiskinan by name by address di lembaga pemerintah, jadi pemerintah akan kesulitan alokasikan anggaran dalam pendistribusian subsidi tertutup.

“Distribusi tertutup rawan dikorupsi oleh birokrasi melalui praktek manipulasi data. Dalam kasus dana desa saja bisa ada desa hantu, apalagi distribusi gas,” katanya.

Ia juga menyayangkan tidak adanya kajian akademis yang melandasi rencana ini. Pemerintah sendiri juga terkesan terburu-buru dalam mengurangi subsidi. Dasar yang dijadikan acuan adalah “karangan bebas” pihak dari  Kementrian ESDM.

“Apalagi Pemerintah tidak melibatkan ormas, akademisi, pengamat, ahli, dan kalangan dunia usaha dalam memutuskan perkara ini. Sehingga rawan penolakan dan penyimpangan,” tukasnya.

Menjelang pilkada serentak, lanjut dia, penyaluran subsidi LPG secara tertutup juga rawan dimanfaatkan oleh oligarki penguasa untuk sumber daya money politik untuk memenangan kawan kawannya.

“Belajar dari sebelum-sebelumnya, model distribusi tertutup.selalu gagal, dan menjadi alat kekuasaan untuk money politik dan gagal memberi rasa keadilan bagi orang miskin,” pungkasnya.(ral)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...