Home NASIONAL Menko Luhut: Proyek-proyek di Jalur Sutra Modern gunakan skema B to B
NASIONAL

Menko Luhut: Proyek-proyek di Jalur Sutra Modern gunakan skema B to B

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah tidak menyertakan dananya pada proyek-proyek yang masuk dalam program Jalur Sutra Modern.

“Kerjasama yang kita lakukan sekarang tidak ada yang berbentuk kerjasama antar pemerintah, yang kita lakukan sekarang ini semua kerjasama antar badan usaha, langsung pada proyek. Jadi peran pemerintah disini hanya memfasilitasi,” ujar Menko Luhut hari Rabu (24/4).

Menurutnya proyek-proyek tersebut murni dilakukan secara Business-to-Business (B2B), pemerintah Indonesia dan Cina disebut hanya untuk memfasilitasi bertemunya masing-masing badan usaha dari kedua negara. Menko Luhut tiba di Beijing Rabu pagi untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II Belt and Road Initiative atau Jalur Sutra Modern.

Menurutnya pemerintah saat ini tengah melakukan studi kelayakan proyek (feasibility study) dengan investor Cina  untuk beberapa proyek yang akan ditawarkan dalam KTT The Belt and Road Initiative ini.

“Sesuai  arahan Presiden agar pertumbuhan Indonesia bisa berada di 5,6% pada tahun 2020. Salah satunya adalah pemerintah akan memberi insentif kepada perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang ekspor dan investasi-investasi yang dapat mengurangi impor kita, seperti menciptakan lapangan kerja, dll,” katanya.

Misalnya, menurut Menko Luhut, saat ini ada beberapa perusahaan yang tertarik membangun industri mobil listrik di Indonesia, seperti Sokon. Perusahaan ini berminat memproduksi mobil listrik dalam bentuk taksi seperti yang sedang dikembangkan taksi Bluebird.

“Daripada kita impor, lebih baik mereka dirikan pabriknya di Indonesia join dengan Cina tentunya mereka harus melakukan alih teknologi,” katanya.

Ia menjelaskan selain di bidang industri ada pula kerjasama pendidikan vokasi yang akan membantu tenaga kerja Indonesia untuk dapat bersaing di era industri 4.0 sekarang ini.

“Akan ada 10,000 pelatihan vokasi yang diselenggarakan antara Jerman Indonesia dan Cina. Jadi tidak hanya antara Indonesia dan Cina. Bentuk kerjasama nya yaitu pelatihan ini menggunakan teknologi Jerman dan uangnya dari Cina, dengan kata lain kita menggunakan teknologi kelas satu dengan pendanaan yang relatif murah. Singapura juga tertarik ikut dalam kerjasama ini karena mereka sudah berpengalaman di bidang ini.(SA)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...