Home EKONOMI 2018, Kemendag Targetkan Peningkatan Ekspor 5%
EKONOMINASIONAL

2018, Kemendag Targetkan Peningkatan Ekspor 5%

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan peningkatan ekspor nonmigas pada 2018 berkisar pada angka lima hingga tujuh persen, dengan mengoptimalisasi penetrasi kinerja ekspor ke pasar-pasar nontradisional.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam jumpa pers mengatakan bahwa, pada 2017 total ekspor diproyeksikan mencapai 170,3 miliar dolar Amerika Serikat, dengan komposisi ekspor nonmigas senilai 154,80 miliar dolar AS dan ekspor nonmigas 15,50 miliar dolar AS.

“Target ekspor tahun 2018 ditargetkan meningkat 5-7 persen. Peningkatan ekspor tersebut selain juga menyasar pasar tradisional, juga akan akan mengoptimalisasi pasar nontradisional,” kata Enggartiasto, di Jakarta, Kamis (4/1).

Proyeksi ekspor nonmigas pada periode Januari-Desember 2017 tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 17,20 persen. Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 5,6 persen.

Beberapa langkah yang disiapkan Kementerian Perdagangan dalam upaya mendorong kinerja ekspor pada 2018 antara lain adalah tetap mempertahankan pasar ekspor tradisional seperti Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa.

Selain itu, Kemendag juga berkomitmen untuk melakukan penetrasi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional, seperti kawasan Afrika dengan Afrika Selatan, Nigeria, dan Mesir, salah satunya dengan melakukan program misi dagang.

Sedangkan di kawasan Amerika Latin, Kemendag akan masuk melalui Chile dengan menyelesaikan Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Chile (IC-CEPA) dan misi dagang. Pemerintah akan memanfaatkan Chile sebagai hub atau pintu masuk bagi produk-produk dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk menyelesaikan perjanjian kerja sama internasional untuk membuka akses pasar terhadap produk Indonesia supaya memiliki daya saing yang tinggi. Setidaknya ada 13 perjanjian internasional yang ditargetkan selesai pada 2018. “Tahun ini diharapkan 13 perjanjian perdagangan selesai, minimum,” kata Enggartiasto.

Beberapa perjanjian kerja sama yang ditargetkan rampung pada 2018 antara lain adalah Indonesia-Australia CEPA, EFTA, PTA dengan Iran, Indonesia-EU CEPA dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). (ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait
NASIONAL

PUSKEPI: Program Perumahan Subsidi Harus Menjadi Gerakan Nasional yang Didukung Penuh Presiden dan Seluruh Kementerian Terkait

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menegaskan bahwa...

Kementan mempercepat luas tambah tanam di 10 provinsi untuk menjaga produksi padi dan pasokan beras saat risiko kekeringan meningkat.
EKONOMI

Produksi Padi Terancam Cuaca Ekstrem? Kementan Siapkan Strategi Khusus di 10 Provinsi Ini

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi...

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100,6 triliun hingga April 2026, memperkuat APBN di tengah ketidakpastian global.
NASIONAL

Mantap, Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp100,6 Triliun, APBN Makin Kokoh di Tengah Gejolak Global

Jakarta, hotfokus.com Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mencatat sinyal positif hingga April...

EKONOMI

Fiskal & Moneter Solid. Menkeu Optimis Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, hotfokus.com Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai...