Home NASIONAL UMP 2026 Resmi Ditetapkan, ASPIRASI Nilai Kenaikan Belum Sentuh Kebutuhan Riil Buruh
NASIONAL

UMP 2026 Resmi Ditetapkan, ASPIRASI Nilai Kenaikan Belum Sentuh Kebutuhan Riil Buruh

Share
UMP 2026 Resmi Ditetapkan, ASPIRASI Nilai Kenaikan Belum Sentuh Kebutuhan Riil Buruh
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Hampir seluruh provinsi di Indonesia telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 melalui keputusan kepala daerah. Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menghormati langkah tersebut sebagai bagian dari kewenangan pemerintah daerah dalam menjalankan aturan yang berlaku.

ASPIRASI juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah menetapkan UMP 2026. Namun di saat yang sama, organisasi buruh ini menilai kenaikan upah secara nominal belum sepenuhnya menjawab kebutuhan hidup nyata pekerja.

Menurut ASPIRASI, laju kenaikan UMP masih tertinggal dibandingkan lonjakan harga pangan, bahan pokok, layanan kesehatan, transportasi, hingga biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membuat kenaikan upah berisiko tidak terasa di tingkat keseharian buruh.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat SE, menegaskan bahwa persoalan utama tidak berhenti pada angka kenaikan upah. Pemerintah, kata dia, perlu lebih serius mengendalikan biaya hidup masyarakat.

“Kami mengapresiasi penetapan UMP 2026 oleh para kepala daerah. Namun secara jujur harus disampaikan, kenaikan ini belum mampu menjawab kebutuhan riil buruh dan pekerja. Harga pangan, bahan pokok, kesehatan, transportasi, dan pendidikan terus naik, sementara pengendaliannya masih lemah,” ujar Mirah dalam keterangan tertulis.

Mirah menilai tanpa kebijakan pengendalian harga yang konsisten, kenaikan UMP berpotensi hanya habis untuk menutup kenaikan biaya hidup harian. Dampaknya, daya beli dan kesejahteraan buruh tidak mengalami peningkatan signifikan.

“Jika pemerintah tidak serius mengendalikan harga kebutuhan dasar, kenaikan UMP hanya akan menjadi angka di atas kertas,” tegasnya.

ASPIRASI menekankan bahwa kebijakan pengupahan tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah pusat dan daerah perlu menghadirkan kebijakan pendukung, mulai dari stabilisasi harga pangan, layanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau, hingga transportasi publik yang layak bagi pekerja.

Di akhir pernyataan, ASPIRASI mendorong evaluasi menyeluruh kebijakan pengupahan nasional dengan melibatkan serikat pekerja secara bermakna agar UMP ke depan benar-benar mencerminkan kebutuhan hidup layak. (GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp50 Triliun
NASIONAL

Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp 50 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber pembiayaan perumahan agar Program 3 Juta Rumah...

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan
NASIONAL

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai memasang strategi menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir 2026....

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria
NASIONAL

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria

Jakarta, Hotfokus.com Pelantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma...

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan
NASIONAL

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan

Jakarta, hotfokus.com Kredibilitas fiskal tidak hanya ditentukan angka-angka di APBN, tapi juga...