Jakarta, Hotfokus.com
Tokoh nasional Din Syamsuddin memberi apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Indonesia kini menunjukkan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor beras.
Dalam pernyataannya yang dikutip Kamis (14/05/2026), Din menegaskan Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris yang seharusnya mampu mencapai swasembada pangan.
“Secara teoritis Indonesia sebagai negara besar sering disebut sebagai negara agraris, maka Indonesia tidak akan kelaparan dan tetap mampu mencapai swasembada pangan, baik beras maupun komoditas lainnya, bahkan ikan,” ujarnya.
Din mengaku selama ini tidak mudah percaya dengan narasi kekurangan beras nasional. Ia menilai persoalan pangan pada masa lalu muncul akibat permainan mafia pangan yang memanipulasi data serta mengacaukan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Saya sejak dulu mengamati adanya mafia pangan yang memanipulasi data dan mengacaukan harga, khususnya bahan pokok yang diperlukan masyarakat,” katanya.
Karena itu, Din menyatakan percaya terhadap data pemerintah dan Bulog yang saat ini menyimpan lebih dari 5 juta ton beras. Menurutnya, stok cadangan beras pemerintah tersebut menjadi bukti nyata Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Ini sesuatu yang patut kita syukuri,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan capaian swasembada pangan harus dijaga agar praktik rekayasa data dan permainan impor yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
“Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan khususnya tidak mengimpor beras. Karena itu menurut saya hasil rekayasa para mafia pada masa lampau tidak boleh terulang kembali,” tegasnya. (SA/GIT)
Leave a comment