Home NASIONAL Soal Lapangan Migas Bula, Saadiah Uluputy Akan Cecar Kementerian ESDM
NASIONAL

Soal Lapangan Migas Bula, Saadiah Uluputy Akan Cecar Kementerian ESDM

Share
Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputy
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Isu tentang pertambangan minyak di lapangan migas Bula, Pulau Seram Maluku yang disebut tidak membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, ramai diperbincangkan publik.

Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputy pun memberikan perhatian khusus mengenai ini. Ia berjanji, akan menanyakan persoalan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri ESDM, untuk mendengar langsung duduk persoalan yang terjadi disana.

“Masalah ini harus dibicarakan, karena masa kontraknya yang saya tahu sudah saatnya untuk di alih kelolaan. Saya akan berusaha untuk menanyakan ini ke Menteri ESDM,” ujar Saadiah kepada Hotfokus.com, saat dihubungi pada Jumat (26/2/2021).

Ia berharap, jangan sampai ada lagi pertambangan yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat lokal. Pengelolaan Sumber Daya Alam, kata dia, harus memikirkan lingkungan juga.

“Kita kan sekarang sedang masa reses, nanti ketika agenda sudah jalan, saya akan mempertanyakan seberapa besar sih keberadaan blok-blok migas untuk kesejahteraan rakyat Maluku,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina menyoroti soal keberadaan salah satu blok minyak di Kota Bula, Seram Bagian Timur di Maluku yang disebut telah beroperasi selama hampir 1 abad, namun samasekali tidak membawa kemajuan bagi masyarakat sekitar.

“Kota Bula sama sekali tidak bekerja seperti kota minyak yang biasanya hidup. Bula hampir sama dengan wilayah lain yang seolah-olah tidak memiliki kekayaan alam. Padahal, sekitar satu abad lebih minyak bumi diangkat dari Bula. Tapi, tidak ada kesejahteraan yang hadir sesuai dengan kekayaan alamnya,” tuturnya.

Pemerintah Daerah Maluku sendiri sebenarnya telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pembentukan BUMD yang akan ikut dalam Participating Interest (PI) pada pengelolaan blok-blok migas yang ada di Maluku, termasuk Bula dan Masela.

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saoda Tethol mengatakan, Perda tersebut sebagai upaya dari pemerintah daerah untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi masyarakat Maluku, terkait keberadaan Blok-Blok migas, melalui hak kepengelolaan yang diatur dengan Undang-Undang.

“Perda kita baru ketuk di bulan Januari (2021) terkait BUMD. Perda itu BUMD holding akan menaungi seluruh migas maupun tambang yang ada di Maluku yang didalamnya juga ada Citic Seram Energy Limited yang di Bula. BUMD itu dia akan membentuk seluruh BUMD dimana dia ada wilayah migas disitu,” ungkap Saoda kepada Hotfokus beberapa waktu lalu. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kemenperin memperkuat koordinasi usai ledakan pabrik herbal di Semarang dan meminta industri meningkatkan standar K3.
NASIONAL

Pabrik Herbal di Semarang Meledak, Kemenperin Minta Industri Perketat Standar K3

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat koordinasi penanganan insiden ledakan dan kebakaran...

NASIONAL

Produk Pangan RI Betot Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show

Jakarta, hotfokus.com Keren, kualitas produk pangan semakin mantap. Di ajang pameran Food...

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas
NASIONAL

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener...

KII menggandeng OMS Italia untuk memperkuat industri valve nasional melalui alih teknologi, peningkatan TKDN, dan standar manufaktur internasional.
NASIONAL

KII Jalin Kemitraan dengan OMS Italia, Perkuat Industri Valve Nasional Berstandar Global

Cikarang, hotfokus.com PT Katup Industri Indonesia (KII) mengambil langkah strategis untuk memperkuat...