Home NASIONAL KII Jalin Kemitraan dengan OMS Italia, Perkuat Industri Valve Nasional Berstandar Global
NASIONAL

KII Jalin Kemitraan dengan OMS Italia, Perkuat Industri Valve Nasional Berstandar Global

Share
KII menggandeng OMS Italia untuk memperkuat industri valve nasional melalui alih teknologi, peningkatan TKDN, dan standar manufaktur internasional.
Share

Cikarang, hotfokus.com

PT Katup Industri Indonesia (KII) mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri valve nasional dengan menjalin kemitraan lisensi teknologi bersama perusahaan asal Italia, OMS. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan kandungan lokal pada produk-produk yang digunakan di sektor minyak dan gas (migas).

Kerja sama tersebut tidak hanya sebatas pemanfaatan lisensi, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan di bidang rekayasa, penerapan sistem manajemen mutu, penguatan rantai pasok material, hingga pengembangan riset dan inovasi. Melalui sinergi ini, KII menargetkan produk valve buatan Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional.

Managing Director PT Katup Industri Indonesia, Evelyn Angelita, mengatakan pengalaman OMS yang telah lebih dari satu abad di industri valve menjadi nilai tambah dalam proses alih teknologi.

“Harapannya produk yang dihasilkan memiliki kandungan TKDN, tetapi kualitasnya tetap setara dengan standar internasional,” kata Evelyn usai penandatanganan kerja sama di fasilitas produksi KII di kawasan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026).

Chairman PT Katup Industri Indonesia, Jacob Mailoa, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup penyamaan standar engineering, quality system, pengelolaan supply chain, hingga pengembangan kemampuan penelitian. Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi fondasi penting karena valve merupakan komponen utama yang menentukan keandalan operasional di industri migas.

KII mulai membangun pabriknya sejak 2021. Selama proses tersebut, perusahaan juga melengkapi berbagai sertifikasi internasional, seperti API dan ISO, serta berhasil memperoleh 18 sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Seluruh proses produksi menerapkan standar American Petroleum Institute (API) yang menjadi acuan industri migas dunia.

Jacob mengungkapkan proses penjajakan dengan OMS berlangsung sekitar satu tahun. Perusahaan asal Italia itu akhirnya memilih KII sebagai mitra lisensi teknologi setelah menilai perusahaan Indonesia tersebut memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan industri valve nasional.

Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama yang menerima skema alih teknologi dari OMS. Selama ini, OMS lebih banyak membangun fasilitas produksinya sendiri di berbagai negara, sehingga kerja sama dengan KII menjadi langkah yang berbeda.

Produk hasil kolaborasi KII dan OMS akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan industri migas, LNG, fasilitas lepas pantai, kilang, hingga kegiatan eksplorasi. Valve yang diproduksi memiliki ukuran hingga 48 inci dan seluruhnya dibuat berdasarkan pesanan pelanggan atau customized by purchase order, sehingga setiap produk disesuaikan dengan spesifikasi proyek.

Director General of Oil and Gas Engineering and Environment, Joko Hadi Wibowo, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kemitraan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat industri penunjang migas nasional sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur dalam negeri.

“Kerja sama ini tidak hanya penting dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan produksi dalam negeri, serta daya saing internasional,” ujarnya.

Joko menegaskan bahwa implementasi TKDN harus diikuti dengan peningkatan kapasitas industri, penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta kemampuan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Hal senada disampaikan Director of The National Capacity and Quality Assurance Working Group, Djoko Budiyanto. Ia berharap kolaborasi antara KII dan OMS dapat memperkuat ekosistem industri manufaktur nasional melalui sinergi antarpelaku industri, sehingga pemanfaatan produk dalam negeri semakin optimal dan industri valve Indonesia semakin kompetitif. (GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
66 RSUD Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Medis hingga CT Scan
NASIONAL

66 RSUD Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Medis hingga CT Scan

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah menggeber peningkatan layanan kesehatan di daerah dengan menaikkan 66...

Digoyang Dolar, HPE dan HR Emas Kembali Menggelepar
NASIONAL

Produk Barang Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026

Jakarta, hotfokus.com Produk barang harus memenuhi wajib halal. Kebijakan ini mulai berlaku...

Digoyang Dolar, HPE dan HR Emas Kembali Menggelepar
NASIONAL

Digoyang Dolar, HPE dan HR Emas Kembali Menggelepar

Jakarta, hotfokus.com Digoyang dolar AS, harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi...

Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha, Siapkan Transformasi Bisnis Lebih Efisien
NASIONAL

Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha, Siapkan Transformasi Bisnis Lebih Efisien

Jakarta, Hotfokus.com PT Pelindo melanjutkan program penataan korporasi melalui penyederhanaan struktur usaha...