Home EKONOMI Sapi Bertanda Merah Tidak Layak Dibeli
EKONOMI

Sapi Bertanda Merah Tidak Layak Dibeli

Share
Share

JAKARTA — Para peminat sapi kurban di daerah DKI Jakarta perlu memperhatikan apakah pada sapi yang akan dibeli terdapat semprotan Pilox berwarna merah. Jika tidak ada, berarti sapi layak dibeli. Sebaliknya jika terdapat tanda merah berarti tidak layak.

Tanda merah pada sapi akan dibuat petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta untuk memastikan agar masyarakat tidak menjadi korban penjualan sapi yang tidak layak.

Pemberian warna pada sapi dilakukan saat petugas melakukan pemeriksaan pada sapi-sapi yang belakangan marak dijual di sejumlah tempat di antero Jakarta menjelang Idul Adha 1439 H.

Namun Kepala KPKP Jakarta Barat, Marsawitri Gumay kepada Antaranews mengatakan pemberian tanda merah bukan berarti sapi tidak layak konsumsi. Tanda itu hanya mengisyaratkan hasil pemeriksaan menyimpulkan sapi belum layak sebagai hewan kurban.

“Bukan berarti tidak sehat,” kata Marsawitri. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Perkuat Produk Koperasi dan UMKM, Festival Mbois Digelar Di Stadion Tertua

Malang, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka Festival Mbois 11 di...

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi
EKONOMI

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah percepat penguatan sektor prioritas dan strategis untuk memacu pertumbuhan...

Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Investasi Jadi Penopang Ketahanan
EKONOMI

Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Investasi Jadi Penopang Ketahanan

Jakarta, Hotfokus.com Ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen pada semester I 2026 di...

HUT Ke 20, LPDB Sukses Salurkan Pembiayaan Hingga Rp22 Triliun
EKONOMI

HUT Ke 20, LPDB Sukses Salurkan Pembiayaan Hingga Rp22 Triliun

Jakarta, hotfokus.com Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menyalurkan pembiayaan hingga...