Home HUKUM Salamudin Daeng : PGN Tulang Punggung Transisi Energi, Kok Dianak Tirikan!
HUKUMNASIONAL

Salamudin Daeng : PGN Tulang Punggung Transisi Energi, Kok Dianak Tirikan!

Share
Bansos dan Watak Sosial APBN Indonesia ?
Bansos dan Watak Sosial APBN Indonesia ?
Share

Jakarta, hotfokus.com

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng meyesalkan sikap pemerintah yang tidak berpihak kepada PT PGN (Persero) Tbk, utamanya dalam kasus sengketa pajak antara Subholding Pertamina itu dengan Ditjen Pajak Kemenkeu. Padahal, peran PGN sangat sentral, sebagai tulang punggung dari program transisi energi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, PGN saat ini sedang menghadapi tekanan bertubi-tubi disaat pandemi berlangsung, salah satunya adalah datangnya gugatan dari DJP Kementerian keuangan mengenai selisih perhitungan pajak PGN tahun 2012-2013. Tidak tanggung tanggung PGN harus membayar kewajiban pajak senilai lebih dari Rp3 triliun.

Keputusan baru PK Mahkamah Agung (MA) mengenai hal ini sontak membuat PGN goyang. Bukan saja karena PGN sedang kekurangan uang, namun keputusan tersebut sangat berpotensi menciptakan masalah baru keuangan PGN, resiko keuangan meningkat.

“Lebih berbahaya lagi adalah kepercayaan pasar yang memburuk, mengingat PGN adalah perusahaan terbuka yang memang sangat berkepentingan pada pencitraaan yang baik. Tidak mungkin dapat diraih citra baik oleh sebuah perusahaan yang dituduh mengemplang pajak,” ujar Salamuddin di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

PGN, lanjut Salamuddin, diobok obok oleh sengketa ini selama bertahun tahun. Dan putusan terakhir kasus ini datang di saat upaya besar pemerintah menjalankan agenda transisi energi.

“Dalam sektor migas, transisi energi salah satunya adalah mengalihkan kebutuhan dari minyak ke gas, untuk secara kontinyu ke energi baru terbaharukan. Disinilah dalam isue transisi energi peran PGN sangatlah penting dan dapat menjadi tulang punggung transisi energi,” tuturnya.

Menurut Salamuddin, analisis ini tidak berlebihan, sebab perlu dicatat bahwa Presiden Jokowi telah terikat dengan kesepakatan perubahan iklim untuk menurunkan emisi dan meningkatkan bauran energi. Presiden akan menghadapi internasional yang akan menagih janji ini di Glasgow Scotlandia tahun ini.

“Bagaimana Presiden dapat mempertanggung jawabkan janjinya pada dunia? Sangat bergantung pada roadmapnya dalam transisi energi. Tapi perusahaan gas negara terbesar, malah terkesan dianak tirikan, bakan ada gelagat sepertinya mau dihancurkan,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...