Home NASIONAL Ramadhan, Permintaan Air Minum Kemasan Diprediksi Naik 20%
NASIONAL

Ramadhan, Permintaan Air Minum Kemasan Diprediksi Naik 20%

Share

Nama Perusahaan : Nestle Waters;Merek : Acqua Panna, Arrowhead, Deer Park, Ice Mountain, Nestea, Nestlé Pure Life, Nestlé Splash, Ozarka, Perrier, Poland Spring, Resource, S. Pellegrino, Sanpellegrino Fruit Beverages, Sweet Leaf Tea, Tradewinds Tea, Zephyrhills;Negara asal : Nestlé S.A. Avenue Nestlé 55, 1800 Vevey, Switzerland;Penjuanan 2016 : US$ 7.364,72 juta;Keterangan : - Perusahaan yang meraih peringkat pertama ini bermarkasi di Vevey, Swiss. Dari pendapatannya, Nestle memang menjadi perusahaan teratas. Produk mereka begitu luas meliputi makanan bayi, teh, serel, makanan instan, air kemasan, dsb. Khusus untuk air, Nestle memiliki brand Nestle Water, yang tersebar sebanyak 64 merk di berbagai negara. 7% penjualan perusahaan berasal dari divisi air botol ini. Beberapa merk terkenal mereka yaitu PureLife, Poland Spring, Acqua Panna, Deer Park, springs, Water Park, San Pellegrino, Perrier dan Waterline. Nestle Water di Amerika Utara yang sudah memproduksi merk PureLife. Pemasarannya sendiri dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada.;- Sebelum tahun 1998, nama merk ini Aberfoyle Springs, sebab memang diproduksinya oleh Aberfoyle Springs semenjak tahun 1993. Namun pada tahun 2002, Nestle PureLife membelinya. Pergantian nama pun dilakukan, menjadi “Aberfoyle Nestle Pure Life”, lalu “Nestle Pure Life Natural Spring Water”. Di AS sendiri, Nestle PureLife merupakan air murni yang disaring. Pada tahun 2006, merk ini menjadi andalan utama perusahaan. Dua tahun kemudian, Nestle PureLife bahkan menjadi merk paling terkemuka di dunia. Penjualannya mencapai 5 juta air. Hal yang paling menjual dari produk ini yaitu proses pemurnian airnya. Begitupun dengan botol-botolnya, yang sampai mengalami 12 langkah pemurnian dan peningkatan kualitas. Belum lagi dengan dengan mineral campurannya yang unik.;Sumber foto : nestle-watersna.com

Share

Jakarta, Hotfokus.com

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rachmat Hidayat menjelaskan, permintaan air minum dalam kemasan (AMDK) di tanah air diproyeksikan melonjak 20 persen saat puasa dan Lebaran bila dibandingkan dengan bulan biasa.

“Memang tiap tahun dua momen itulah yang menjadi pendorong terbesar dalam pertumbuhan konsumsi AMDK,’’ ujarnya.

Ia memperkirakan peningkatan terasa sejak minggu pertama bulan puasa. Puncaknya diprediksi terjadi pada minggu ketiga Ramadan sampai Lebaran. Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, pihaknya bersama anggota yang tergabung dalam Aspadin telah melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya, memaksimalkan produksi, menambah pasokan untuk menunjang permintaan, serta memperluas atau menyewa gudang guna menyimpan stok AMDK. “Kami juga menyiapkan logistik supaya distribusi barang lancar,” tutur Rachmat.

Berdasar data Aspadin, konsumsi AMDK tahun lalu tercatat 29 miliar liter secara nasional. Daerah yang memiliki jumlah konsumsi terbesar adalah Jawa–Bali dengan porsi 60 persen. Kemudian, disusul Sumatera, Sulawesi, dan daerah lainnya.

“Sampai akhir tahun ini, kami harap angka konsumsinya bisa tumbuh 9–10 persen. Kami rasa, hingga Juni nanti, permintaan AMDK bisa mencapai 15 miliar liter,” terangnya.

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) juga berharap momen puasa dan Lebaran nanti bisa menjadi peluang untuk meningkatkan permintaan plastik di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum Inaplas Budi Susanto Sadiman menuturkan bahwa kenaikan permintaan terhadap produk plastik dan kemasan sebenarnya sudah biasa terjadi saat Ramadan hingga Lebaran. “Kami prediksi ada peningkatan demand plastik sampai 20 persen jika dibandingkan dengan bulan normal,” ujarnya.

Peningkatan terbesar terjadi pada plastik jenis kemasan fleksibel yang biasanya digunakan membungkus mamin ringan. Kemudian, disusul kemasan kaku atau rigid yang sering kali dimanfaatkan sebagai wadah kue atau camilan. Untuk menyiasati peningkatan konsumsi plastik, Inaplas telah menyiapkan ketersediaan barang. Bahkan, beberapa produk plastik dan kemasan rigid mulai didistribusikan.

“Intinya, para pelaku bisnis sejak bulan ini memesan bahan baku, melakukan produksi, lalu segera mengirim ke pemesan supaya tidak keteteran saat menjelang Lebaran,” tegas Budi. (ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...