Home NASIONAL Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik
NASIONAL

Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik

Share
Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik
Share

Jakarta,hotfokus.com

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, meminta Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) segera mengambil langkah konkret agar Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kendaraan angkutan logistik.

Menurut Sofyano, keberadaan Tol Cibitung–Cilincing yang terhubung langsung ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok seharusnya menjadi solusi utama kelancaran distribusi barang dari kawasan industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan. Namun hingga kini, tingkat penggunaannya saat ini sekitar 8.000 unit kendaraan dinilai masih relatif sangat rendah dibandingkan kapasitas yang tersedia.

“Direktur Utama dan jajaran direksi Pelindo perlu berupaya serius mencarikan solusi agar Tol JTCC benar-benar menjadi jalur utama logistik. Salah satu persoalan utama adalah tarif yang dinilai masih mahal, sekitar Rp70.000 per unit kendaraan untuk golongan tertentu. Ini membuat banyak operator logistik memilih jalur lain,” ujar Sofyano dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Ia menegaskan, Pelindo memiliki kepemilikan saham pada ruas tol JTCC tersebut sehingga memiliki kepentingan langsung untuk mendorong optimalisasi pemanfaatannya. Karena itu, manajemen Pelindo didorong untuk mengupayakan adanya pemberlakuan tarif terintegrasi dengan jaringan tol lainnya agar biaya yang ditanggung pengusaha angkutan menjadi lebih efisien.

“Ini perlu dibicarakan serius dengan pihak Pemerintah dan juga pihak terkait sehingga soal tarif ini bisa dipecahkan.Keberhasilan mengatasi “masalah” yang ada yakni terkait Tarif yang dinilai mahal, akan sangat di apresiasi publik” tambah Sofyano.

Sofyano juga menyebutkan, selama ini jumlah pengguna harian JTCC masih jauh dari potensi maksimalnya. Kondisi sepinya pengguna JTCC, lanjutnya, berdampak pada semakin padatnya ruas Tol Cikampek dan Tol Cakung–Cilincing (Cacing) Cikarang yang tetap menjadi pilihan utama kendaraan logistik.

“Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di jalur-jalur tersebut, waktu tempuh menjadi lebih lama, konsumsi bahan bakar meningkat, dan biaya logistik semakin tinggi,” jelasnya.

Ia menilai, kemacetan yang berlarut-larut tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada perekonomian nasional. Biaya logistik yang tinggi akan berujung pada naiknya harga barang, menurunnya daya saing industri, serta terhambatnya arus distribusi ekspor-impor, tegas Sofyano lagi.

Sofyano menegaskan, integrasi tarif Tol JTCC menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan arus kendaraan, mengurangi kemacetan, serta menekan biaya logistik nasional. “ Pemerintah dan juga Pelindo harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang untuk efisiensi dan daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya.(ers)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...

NASIONAL

Mainkan ‘Piring’ Rakyat, Pemerintah Bakal Sikat Mafia Pangan

Jakarta, hotfokus.com Ditengarai memainkan ‘isi piring’ rakyat, pemerintah bakal menertibkan dan menyikat...

Bea Cukai dan BAIS TNI bongkar sindikat pita cukai ilegal di Jepara-Semarang, selamatkan potensi kerugian negara Rp570 miliar.
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Negara Selamat dari Kerugian Rp570 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Aksi sindikat pita cukai ilegal di Jawa Tengah akhirnya terbongkar....

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut
NASIONAL

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 30 Ribu Unit Dikebut

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto resmi mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...