Jakarta, hotfokus.com
Persaingan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia semakin sengit. Temuan Worldpanel by Numerator menunjukkan produsen harus memperkuat inovasi dan strategi merek di tengah fluktuasi daya beli masyarakat serta tantangan ekonomi.
Laporan Worldpanel Brand Footprint 2026 mencatat jumlah produk yang masuk pemeringkatan meningkat dari 436 menjadi 451. Kondisi tersebut membuat persaingan semakin kompetitif dan berdampak pada perlambatan pertumbuhan produk.
“Jumlah produk yang masuk laporan tahun ini meningkat dari 436 menjadi 451, yang berarti persaingan makin ketat. Akibatnya, hanya 44 persen produk mencatat pertumbuhan tahun lalu dibandingkan 62 persen pada tahun sebelumnya,” kata Managing Director Worldpanel Indonesia, Venu Mandhav, Rabu (15/7/2026).
Marketing Lead Worldpanel Indonesia, Corina Fajriyani, mengatakan fluktuasi kurs dan tensi geopolitik ikut memengaruhi daya beli masyarakat. Menurutnya, konsumen kelas menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling cepat terdampak, sedangkan daya beli kelompok atas cenderung lebih stabil.
Corina menilai produsen perlu memperluas penetrasi pasar sekaligus menghadirkan inovasi agar mampu menarik pembeli baru.

“Penetrasi diperlukan untuk merekrut lebih banyak pembeli.Jika penetrasi tumbuh, frekuensi pembelian juga akan meningkat. Inovasi produk baru akan mampu menarik lebih banyak konsumen,” ujarnya. (DIN/GIT)
Leave a comment