Jakarta, Hotfokus.com
Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 menyiapkan strategi menjaga produksi migas di tengah tantangan lapangan mature. Hingga semester I 2026, wilayah ini menyumbang sekitar 31 persen lifting minyak nasional atau 177 ribu barel per hari.
Direktur Utama PHR Muhamad Arifin mengatakan tantangan utama datang dari lapangan tua, terutama Blok Rokan yang beroperasi sejak 1952. Lapangan tersebut mengalami natural decline lebih dari 30 persen setiap tahun.
“Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru,” ujar Arifin.
Pada semester I 2026, PHR Regional 1 mencatat produksi minyak 178,03 MBOPD dan gas 746,80 MMSCFD. Sementara itu, lifting minyak mencapai 177,47 MBOPD dan gas 545,25 MMSCFD.

PHR mengandalkan tiga strategi utama, yakni Energy Security, Energy Transition, serta New Business & Strengthening Enablers. Strategi itu mencakup optimalisasi teknologi recovery, eksplorasi, pengembangan gas, dekarbonisasi, digitalisasi, hingga bisnis CCS.
Hingga Juni 2026, PHR telah menyelesaikan tiga sumur eksplorasi, merealisasikan 163 sumur eksploitasi, serta menambah cadangan P1 sebesar 6,26 MMBOE. Temuan sumber daya 2C juga mencapai 16,49 MMBOE.
“Kombinasi inovasi teknologi, investasi yang berkelanjutan, serta eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional,” kata Arifin. (*)
Leave a comment