Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi migas dan inovasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Salah satu langkah strategis PHE pada 2026 yakni menyelesaikan Survei Seismik 3D Kandawulo di perairan Mamuju, Sulawesi Barat. Survei offshore tersebut mencakup area 2.500 kilometer persegi dan rampung lebih cepat dari target dengan catatan zero accident.
PHE mengerjakan survei bersama PT Elnusa Tbk menggunakan teknologi broadband marine streamer. Teknologi tersebut membantu perusahaan memperoleh gambaran struktur bawah permukaan secara lebih akurat untuk membuka peluang penemuan migas baru.
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan terhadap eksplorasi yang aman dan berkelanjutan.

“Keberhasilan Survei Seismik 3D Kandawulo yang diselesaikan lebih cepat dari rencana dengan catatan zero accident merupakan bukti komitmen Pertamina Subholding Upstream,” ujar Hermansyah.
Hingga akhir Juni 2026, PHE mengamankan sumber daya kontingen 2C sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE). Selain itu, penemuan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan menyimpan potensi hingga 724,22 juta barel minyak.
PHE juga mengakselerasi teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Melalui PHE OSES, perusahaan memulai injeksi polimer di Lapangan Offshore Rama yang menjadi implementasi CEOR lepas pantai pertama di Indonesia.

Sementara itu, CEOR komersial di Minas Area A menargetkan peningkatan perolehan minyak 12-16 persen dari Original Oil in Place. Proyek tersebut diproyeksikan menyumbang sekitar 70 ribu barel minyak per hari pada 2030. (*)
Leave a comment