Home EKONOMI OJK, BEI, KSEI Tancap Gas Reformasi Pasar Modal, IHSG Tetap Bergairah di Tengah Aksi Asing
EKONOMI

OJK, BEI, KSEI Tancap Gas Reformasi Pasar Modal, IHSG Tetap Bergairah di Tengah Aksi Asing

Share
OJK, BEI, dan KSEI mempercepat reformasi pasar modal. IHSG tetap dinamis, sementara AUM dan NAB reksa dana terus tumbuh.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mempercepat reformasi struktural pasar modal. Langkah ini menyasar penguatan integritas, transparansi, dan daya saing, sekaligus menindaklanjuti masukan MSCI Inc. agar pasar modal Indonesia makin kredibel di mata global.

Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan, paket reformasi ini dirancang komprehensif, berkelanjutan, dan terukur. Strategi tersebut tidak berhenti pada respons jangka pendek, melainkan memperkuat fondasi pasar secara struktural.

“Dengan pendekatan ini, OJK ingin memastikan percepatan reformasi integritas pasar modal menjadi agenda penguatan yang solid, terpercaya, dan kompetitif secara global,” kata Hasan, Senin (9/2/2026).

Hasan menjelaskan, seluruh inisiatif dijalankan secara terintegrasi melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Fokusnya mencakup tata kelola, transparansi transaksi, hingga kepercayaan investor.

Di sisi lain, pergerakan pasar saham domestik pada awal Februari 2026 tetap dinamis. Pada Jumat (6/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.935,260 dengan rata-rata nilai transaksi harian yang masih tinggi. Meski investor asing mencatatkan jual bersih secara month-to-date dan year-to-date seiring penyesuaian portofolio global, aktivitas pasar tetap ramai.

Menariknya, industri pengelolaan investasi justru menunjukkan sinyal positif. Per 5 Februari 2026, total Asset Under Management (AUM) menembus Rp1.089,64 triliun. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp722,21 triliun dan tumbuh positif baik secara mtd maupun ytd.

“Kondisi ini mencerminkan minat investor terhadap produk pengelolaan investasi yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar,” ujar Hasan. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pemerintah & DPR Siapkan Pondasi Buat Bangun Pusat Finansial Internasional
EKONOMI

Pemerintah & DPR Siapkan Pondasi Buat Bangun Pusat Finansial Internasional

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah dan DPR menyiapkan pondasi untuk membangun pusat keuangan berstandar...

EKONOMI

Purchasing Managers’ Index Manufaktur Indonesia Turun ke Level 46,9

Jakarta, hotfokus.com Tantangan global yang begitu kencang berdampak turunnya Purchasing Managers’ Index...

Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Penguatan Greenback Jadi Pemicu
EKONOMI

Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Penguatan Greenback Jadi Pemicu

Jakarta, Hotfokus.com Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan dan berpotensi menyentuh level...

KUR Ditargetkan Mengalir Di Sektor Produktif Hingga 65 Persen
EKONOMI

KUR Ditargetkan Mengalir Di Sektor Produktif Hingga 65 Persen

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian UMKM mendapat amanah untuk memastikan target penyaluran KUR di...