Jakarta, hotfokus.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani Indonesia. Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program penguatan sektor pertanian mulai memberikan hasil nyata di lapangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026. Angka ini mencerminkan peningkatan pendapatan yang diterima petani lebih cepat dibandingkan biaya yang mereka keluarkan.
“Alhamdulillah, kenaikan NTP menjadi kabar baik bagi petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendapatan petani meningkat dan hasil kerja keras mereka di lapangan semakin memberikan nilai tambah,” kata Amran, Rabu (3/6/2026).
Amran menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Kementerian Pertanian dalam dua tahun terakhir. Program tersebut meliputi peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, serta penguatan pendampingan petani di sentra produksi.
Menurutnya, kenaikan NTP juga memperlihatkan semakin kuatnya daya beli dan kemampuan ekonomi petani. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari usaha taninya.
Amran menilai kinerja subsektor hortikultura yang mencatat kenaikan NTP tertinggi menunjukkan besarnya peluang sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi perdesaan.
“Kita ingin petani semakin sejahtera. Karena itu fokus pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan agar petani mendapatkan manfaat ekonomi yang optimal. (SA/GIT)
Leave a comment