Home NASIONAL MAU KIRIM BANTUAN KE ROHINGYA, PEMERINTAH TUNGGU DAFTAR KEBUTUHAN DARI MYANMAR
NASIONAL

MAU KIRIM BANTUAN KE ROHINGYA, PEMERINTAH TUNGGU DAFTAR KEBUTUHAN DARI MYANMAR

Share
Menlu Retno Marsudi menjawab wartawan, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9) pagi. (Foto: JAY/Humas)
Share

JAKARTA, HOTFOKUS – Pemerintah dalam waktu dekat akan segera mengirimkan bantuan kemanusian untuk para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Sementara untuk bantuan kemanusiaan yang dikirimkan kepada warga Rohingya di Myanmar, pemerintah masih menunggu list yang akan diberikan Pemerintah Myanmar mengenai hal yang diperlukan saat ini.

“Kita sudah menerima informasi dari beberapa pihak, bayangan sih kita sudah ada. Tapi sekali lagi kita menunggu list yang akan disampaikan oleh pemerintah Myanmar,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan, usai menghadiri penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara-negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9) pagi.

Menurut Menlu, prinsip yang disampaikan oleh pemerintah Myanmar mengenai keterbukaan bantuan kemanusiaan, mereka sudah membahas dengan Gerakan Palang Merah, karena dari sejak awal mereka mengatakan bahwa mereka akan membahas  dengan Red Cross Movement, termasuk tentunya dengan ICRC (International Committe of The Red Cross).

Saat disampaikan mengenai rencana bantuan kemanusiaan buat korban konflik di Rakhine State, menurut Menlu, Pemerintah Myanmar akan menyampaikan mengenai hal-hal yang diperlukan saat ini. Saat ini mereka sedang menyusun list mengenai hal tersebut.

Bangladesh Siap

Mengenai bantuan untuk warga Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State, Myanmar, dan menjadi pengungsi di Bangladesh, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, bantuan sudah siap, dan saat ini sedang dilakukan pengelompokan.

“Alhamdulillah banyak sekali pihak yang ingin memberikan bantuan, selain tentunya bantuan dari pemerintah. Oleh karena itu, kemungkinan akan ada pengiriman bantuan beberapa gelombang. Semuanya akan tergantung dari jumlah bantuan, atau apa saja yang akan kita berikan kepada pengungsi melalui Bangladesh.

“Tim Advance kita sudah sampai di Bangladesh untuk persiapan pendaratan pesawat karena pesawat akan mendarat di Chittagong. Jadi, tidak mendarat di Cox’s Bazar, sementara jarak antara Chittagong dan Cox’s Bazar itu sekitar 170 KM,” ungkap Menlu.

Menlu meyakinkan, dalam beberapa saat lagi sudah akan ada informasi mengenai pengiriman bantuan pertama, kloter pertama dari Indonesia, yang akan segera terbang ke Bangladesh.

Adapun mengenai jenis bantuannya, Menlu Retno Marsudi mengatakan, pemerintah sudah  mempersiapkan bantuan ini secara cermat, dan sudah melakukan komunikasi terus dengan pemerintah Bangladesh, dan juga dengan organisasi-organisasi yang berada di lapangan.

“Hal yang paling utama yang mereka butuhkan saat ini adalah antara lain beras, kemudian selimut, pakaian,  kemudian alat kebersihan, misalnya sabun, sampo, kemudian baju anak-anak, dan lain-lain,” ungkap Retno seraya menekankan, bahwa dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ini, pemerintah akan mengirimkan bantuan sesuai dengan apa yang diperlukan di lapangan saat ini.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...

KKP melatih 30 pelaku usaha lewat Program Gemilang untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses KUR sektor perikanan.
NASIONAL

KKP Bekali UMKM dan Koperasi Literasi Keuangan, Genjot Akses KUR Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pilot project Program Generasi...

Mentan Andi Amran mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, dan hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
NASIONAL

Mentan Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Pangan, dari Cetak Sawah hingga Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus memperkuat ketahanan...